BEKASI – Hasil autopsi mengungkap fakta mengerikan di balik kasus pembunuhan balita berusia 2,5 tahun di sebuah rumah kontrakan di kawasan Jatirangga, Jatisampurna, Kota Bekasi. Korban berinisial A ternyata mengalami sedikitnya 32 luka tusuk dan sayatan di sekujur tubuh setelah diserang oleh pamannya sendiri yang masih berusia 18 tahun.
Temuan tersebut terungkap setelah tim medis Rumah Sakit Polri melakukan visum dan autopsi terhadap jasad korban. Polisi menyebut sebagian besar luka ditemukan di area wajah, menunjukkan tingkat kekerasan yang sangat tinggi dalam aksi pembunuhan tersebut.
Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Andi Muhammad Iqbal, mengatakan hasil pemeriksaan forensik menemukan puluhan luka tusuk yang tersebar di beberapa bagian tubuh korban.
“Khusus di wajah saja ada 20 tusukan. Kemudian di badan ada 12. Jadi total kurang lebih 32 tusukan di seluruh tubuh korban,” kata Andi kepada wartawan.
Temuan autopsi itu memperkuat dugaan bahwa korban menjadi sasaran amukan pelaku yang bertindak secara brutal tanpa memberi kesempatan balita tersebut untuk menyelamatkan diri.
Dipicu Emosi Saat Bermain Game Online
Di balik kekejaman tersebut, polisi menemukan motif yang mengejutkan. Berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku berinisial G (18) mengaku tersulut emosi ketika sedang bermain game online di dalam kontrakan.
Saat itu, korban yang masih balita disebut mendekati pelaku dan naik ke punggungnya. Tindakan spontan khas anak kecil itu justru memicu kemarahan tersangka hingga berujung pada aksi pembunuhan.
“Korban balita naik ke punggungnya saat dia bermain game. Kemudian tersangka emosi,” ujar Andi.
Menurut penyidik, emosi sesaat itu membuat pelaku mengambil sebilah pisau dari dapur. Senjata tajam tersebut kemudian digunakan untuk menyerang korban secara berulang.
Polisi menduga serangan pertama diarahkan ke bagian kepala sebelum pelaku melanjutkan penusukan ke sejumlah bagian tubuh lainnya.
“Pertama di kepala korban, kemudian dilanjutkan ke badan,” lanjutnya.
Paman Korban Resmi Jadi Tersangka
Penyidik telah menetapkan G sebagai tersangka setelah menggelar perkara dan mengumpulkan alat bukti yang cukup. Status tersangka diberikan setelah polisi memastikan keterlibatan pelaku dalam kematian korban.
Kasus ini menyita perhatian publik karena pelaku masih memiliki hubungan keluarga dekat dengan korban. Alih-alih memberikan perlindungan, pelaku justru diduga menjadi sosok yang mengakhiri nyawa balita tersebut dengan cara yang sangat sadis.
Sejumlah barang bukti, termasuk pisau yang digunakan dalam aksi pembunuhan, telah diamankan untuk kepentingan penyidikan.
Polisi Dalami Kondisi Kejiwaan Pelaku
Meski telah ditetapkan sebagai tersangka, penyidik masih mendalami kondisi psikologis pelaku. Sebelumnya, G diketahui pernah menjalani pengobatan terkait gangguan kejiwaan.
Karena itu, polisi menggandeng Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk melakukan pemeriksaan kejiwaan secara menyeluruh guna mengetahui kondisi mental tersangka saat melakukan tindak pidana.
Hasil asesmen tersebut akan menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam proses hukum yang sedang berjalan. Namun polisi menegaskan bahwa penyidikan tetap dilanjutkan sambil menunggu hasil pemeriksaan dari tim ahli.
Sorotan terhadap Pengendalian Emosi
Kasus tragis ini kembali menjadi pengingat tentang pentingnya pengendalian emosi dan pengawasan terhadap individu yang memiliki riwayat gangguan psikologis, terutama ketika berada di lingkungan keluarga dan berinteraksi dengan anak-anak.
Di sisi lain, penyidik masih terus melengkapi berkas perkara dengan memeriksa sejumlah saksi serta menunggu hasil evaluasi medis terhadap tersangka. Polisi memastikan seluruh fakta akan diungkap secara transparan agar proses hukum dapat berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Terungkapnya hasil autopsi yang menunjukkan 32 luka tusuk di tubuh korban menjadi gambaran betapa brutalnya aksi yang terjadi di dalam kontrakan tersebut. Peristiwa itu tidak hanya mengguncang warga Bekasi, tetapi juga memicu keprihatinan luas karena korbannya adalah seorang balita yang diduga kehilangan nyawa akibat luapan emosi sesaat saat pelaku bermain game online.


