JAKARTA – Arsenal mengawali perjalanan di Liga Champions 2026/2027 dengan kemenangan 1-0 atas Napoli di Stadion Diego Armando Maradona, Kamis (10/9/2026) dini hari WIB.
Martin Ødegaard menjadi penentu kemenangan The Gunners melalui golnya pada menit ke-75.
Hasil tersebut menjadi modal penting bagi Arsenal dalam persaingan fase liga.
Tim asuhan Mikel Arteta mampu membawa pulang tiga poin dari markas Napoli setelah tampil lebih dominan dalam penguasaan bola dan menciptakan sejumlah peluang.
Arsenal Dominan, tetapi Kurang Tajam
Sejak awal pertandingan, Arsenal terlihat lebih nyaman menguasai permainan.
The Gunners berusaha menekan Napoli di wilayah pertahanannya dan menjaga bola tetap berada di area lawan.
Bukayo Saka menjadi salah satu pemain yang beberapa kali memberikan ancaman.
Ia sempat melepaskan tendangan salto yang masih mampu ditepis Alex Meret.
Mikel Merino juga mendapatkan peluang emas setelah menerima umpan dari Eberechi Eze, tetapi penyelesaiannya belum mampu menaklukkan Meret.
Ben White kemudian mencoba peruntungannya lewat tembakan dari luar kotak penalti.
Masalah Arsenal pada babak pertama adalah efektivitas. Mereka mampu membangun serangan dan memasuki area pertahanan Napoli, tetapi peluang yang didapat belum berhasil dikonversi menjadi gol.
Napoli Mengandalkan Serangan Balik
Napoli tidak sepenuhnya bermain bertahan. Anak asuh Massimiliano Allegri lebih banyak menunggu Arsenal kehilangan bola kemudian mencoba menyerang melalui transisi cepat.
Kevin De Bruyne menjadi salah satu pemain yang berusaha membawa Napoli keluar dari tekanan.
Ia sempat melakukan penetrasi dari lini tengah dan memaksa David Raya melakukan kesalahan sebelum bola akhirnya diamankan pertahanan Arsenal.
Matteo Politano juga sempat menguji Raya. Namun, secara keseluruhan Napoli kesulitan menciptakan peluang sebanyak Arsenal.
Absennya Scott McTominay turut menjadi kehilangan bagi Napoli. Gelandang asal Skotlandia tersebut menjalani prosedur medis untuk mengatasi aritmia ringan dan diperkirakan baru kembali berlatih sekitar dua pekan.
Ødegaard Jadi Pembeda
Kebuntuan Arsenal akhirnya pecah pada menit ke-75.
Christos Tzolis yang baru masuk memberikan tambahan energi di lini serang. Ia bekerja sama dengan Ben White sebelum memberikan bola kepada Ødegaard.
Kapten Arsenal tersebut kemudian melepaskan tembakan keras yang mengenai tiang sebelum masuk ke gawang Vanja Milinkovic-Savic.
Gol itu menjadi bukti pentingnya peran Ødegaard dalam sistem Arteta.
Ia tidak hanya berfungsi sebagai penghubung permainan di lini tengah, tetapi juga semakin sering masuk ke area berbahaya untuk menjadi penyelesai serangan.
Gol ke gawang Napoli merupakan gol keempat Ødegaard dalam lima pertandingan terakhir. Padahal, sepanjang musim sebelumnya ia hanya mencetak satu gol di seluruh kompetisi.
Arteta Menang dalam Duel Taktik
Salah satu perubahan penting terjadi setelah Arsenal semakin meningkatkan tekanan pada babak kedua.
Napoli yang kesulitan keluar dari tekanan Arsenal kemudian mengubah struktur pertahanan menjadi lima pemain belakang.
Allegri melakukan perubahan tersebut untuk mengurangi ruang yang bisa dimanfaatkan para pemain Arsenal.
Namun, perubahan itu tidak sepenuhnya berhasil. Arsenal tetap mampu menguasai wilayah permainan dan akhirnya menemukan celah melalui kombinasi White, Tzolis dan Ødegaard.
Secara gameplay, Arsenal menunjukkan kesabaran. Mereka tidak terburu-buru mengirim bola langsung ke kotak penalti ketika Napoli menumpuk pemain di belakang.
Sirkulasi bola terus dilakukan sampai muncul ruang untuk penetrasi atau tembakan dari area depan kotak penalti.
Arsenal Masih Punya Pekerjaan Rumah
Meski menang, Arsenal sebenarnya bisa mencetak lebih dari satu gol.
Kai Havertz sempat mencetak gol pada masa injury time, tetapi dianulir karena offside. Noni Madueke juga memperoleh peluang untuk memperbesar keunggulan setelah masuk sebagai pemain pengganti.
Arteta pun mengakui timnya masih harus lebih klinis dalam memanfaatkan peluang. Namun, ia tetap puas dengan sikap dan keberanian para pemainnya sepanjang pertandingan.
Kemenangan 1-0 di Naples sekaligus memperpanjang catatan pertahanan Arsenal yang impresif di kompetisi Eropa.
The Gunners kini mengoleksi 20 clean sheet dalam 40 pertandingan terakhir mereka di Liga Champions.
Bagi Arsenal, kemenangan atas Napoli bukan hanya soal tiga poin. Pertandingan ini menunjukkan bahwa mereka mampu mengontrol laga tandang melawan tim kuat, tetap sabar ketika peluang belum berbuah gol, dan menemukan pemain yang bisa menjadi pembeda pada momen penting.
Dan kali ini, pemain tersebut adalah Martin Ødegaard.***