JAKARTA – Gerakan Hizbullah di Lebanon menyatakan kesediaannya unutk menghentikan pertempuran dengan Israel, dengan syarat kedua belah pihak sama-sama mematuhi kesepakatan.
Wakil Kepala Dewan Politik Hizbullah, Mahmoud Komati, menegaskan pada Rabu (15/4/2026) yang dilansir Sputnik, “Kami menyetujui gencatan senjata, tetapi kami tidak akan membiarkan terulangnya pengalaman perjanjian tahun 2024, di mana satu pihak mematuhinya sementara pihak Israel menginkari kewajibannya.”
Komati menambahkan, “Kami tetap waspada terhadap pengkhianatan Israel,” seraya mengimbau masyarakat agar tidak melakukan perjalanan ke Lebanon selatan untuk sementara waktu.
Pernyataan ini menegaskan sikap hati-hati Hezbollah dalam menyikapi gencatan senjata, sekaligus menyoroti ketidakpercayaan terhadap komitmen Israel berdasarkan pengalaman sebelumnya.