JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mempertahankan tren positif hingga penutupan perdagangan sesi pertama pada hari ini Rabu (1/7/2026).
IHSG mencatat kenaikan signifikan di tengah menguatnya mayoritas pasar saham Asia dan meningkatnya optimisme pelaku pasar terhadap perkembangan geopolitik internasional.
Penguatan IHSG pada perdagangan siang menjadi sinyal membaiknya sentimen investor setelah indeks ditutup naik 47,39 poin atau 0,84 persen sehingga berada di level 5.690,58.
Pergerakan indeks sepanjang sesi pertama memperlihatkan dominasi saham-saham yang menguat dibandingkan yang mengalami pelemahan sehingga memberikan dorongan positif terhadap keseluruhan kinerja pasar modal domestik.
Data perdagangan menunjukkan sebanyak 376 saham berakhir di zona hijau, sementara 270 saham melemah dan 313 saham lainnya ditutup tanpa mengalami perubahan harga.
Seiring kenaikan indeks, kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia turut meningkat hingga mencapai sekitar Rp9.987 triliun yang mencerminkan bertambahnya nilai pasar emiten yang tercatat.
Aktivitas perdagangan selama sesi pertama juga berlangsung cukup aktif dengan volume transaksi mencapai 9,89 miliar saham.
Nilai transaksi yang tercatat sepanjang perdagangan sesi pertama mencapai sekitar Rp5,86 triliun.
Frekuensi transaksi saham hingga penutupan sesi pertama menembus sekitar 876,7 ribu kali transaksi yang menunjukkan tingginya aktivitas pelaku pasar.
Penguatan IHSG tidak terlepas dari sentimen eksternal yang mendorong optimisme investor, terutama setelah bursa saham di kawasan Asia bergerak positif.
Selain didukung pergerakan pasar regional, perhatian investor juga masih tertuju pada dinamika hubungan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran yang dinilai berpotensi memengaruhi stabilitas pasar keuangan global.
Analis Pilarmas Investindo menilai perkembangan tersebut menjadi salah satu faktor yang memberikan dorongan terhadap pergerakan indeks saham Indonesia.
“Pasar menantikan perkembangan hubungan Amerika Serikat dengan Iran. Pelaku pasar menantikan perkembangan perundingan AS-Iran,” ujar tim analis Pilarmas Investindo, pada Rabu, 1 Juli 2026.
Dari sisi sektoral, lima dari sebelas sektor yang diperdagangkan berhasil mengakhiri sesi pertama di wilayah positif.
Sektor bahan baku menjadi motor utama penguatan dengan lonjakan sebesar 3,27 persen.
Kinerja positif tersebut kemudian diikuti sektor energi yang mencatat kenaikan sebesar 1,75 persen sehingga turut menopang laju IHSG.
Sementara itu, data transaksi investor menunjukkan total nilai perdagangan sepanjang hari mencapai sekitar Rp15,3 triliun.
Investor asing membukukan transaksi pembelian senilai Rp7,3 triliun.
Di sisi lain, investor asing juga melakukan penjualan saham sebesar Rp8,3 triliun sehingga masih mencatat posisi jual bersih.
Adapun investor domestik mencatat nilai pembelian sebesar Rp8,1 triliun.
Nilai penjualan yang dilakukan investor domestik tercatat mencapai Rp7 triliun.
Frekuensi perdagangan sepanjang hari mencapai 1.623.526 kali transaksi yang menggambarkan tingginya aktivitas jual beli saham di Bursa Efek Indonesia.
Investor domestik masih menjadi kelompok yang paling dominan dalam aktivitas perdagangan dengan kontribusi sebesar 76,59 persen atau sekitar 1,24 juta kali transaksi.
Pelaku pasar kini menantikan sejumlah sentimen lanjutan, termasuk perkembangan negosiasi Amerika Serikat dan Iran.
Serta berbagai indikator ekonomi yang diperkirakan akan memengaruhi arah pergerakan IHSG pada perdagangan berikutnya.***