JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih memiliki peluang melanjutkan penguatan pada perdagangan Kamis (16/7/2026) setelah mampu bertahan di atas level psikologis 6.000 selama dua hari berturut-turut.
Penutupan perdagangan Rabu (15/7/2026) menunjukkan IHSG naik tipis 0,04 persen atau bertambah 2,45 poin hingga berada di posisi 6.041,97.
Pergerakan tersebut memperlihatkan daya tahan pasar meski tekanan jual dari investor asing masih membayangi aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Data perdagangan mencatat investor asing membukukan aksi jual bersih sekitar Rp60 miliar sepanjang sesi perdagangan.
Saham yang paling banyak dilepas investor asing meliputi TLKM, BRMS, ASII, BBCA, dan ENRG.
“Hari ini IHSG berpotensi melanjutkan kenaikan,” kata Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, Kamis, 16 Juli 2026.
Menurut Fanny, faktor pendopang berlanjutnya kenaikah IHSG, selama dua hari ini IHSG bertahan di support kuat 6.000.
Secara teknikal, IHSG diperkirakan bergerak pada area support 6.000 hingga 6.025.
Sementara itu, area resistansi diproyeksikan berada di kisaran 6.060 sampai 6.120.
Selain faktor domestik, perhatian pelaku pasar juga masih tertuju pada perkembangan kebijakan moneter Amerika Serikat yang memengaruhi sentimen global.
Ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat atau The Fed mulai menurun setelah data inflasi menunjukkan tren perlambatan.
“Sentimen positif datang setelah pernyataan Presiden the Fed New York, John Williams. Ia menyebut terdapat alasan yang cukup kuat untuk meyakini inflasi telah mencapai puncaknya dan akan terus menurun,” ujar Fanny.
Optimisme investor juga didukung data Indeks Harga Produsen (PPI) Amerika Serikat yang secara mengejutkan turun 0,3 persen pada Juni.
Capaian tersebut berlawanan dengan proyeksi pasar yang sebelumnya memperkirakan PPI tidak mengalami perubahan.
Secara tahunan, inflasi produsen Amerika Serikat tercatat berada di level 5,5 persen.
Meredanya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed turut mendorong penguatan pasar saham Amerika Serikat dan sejumlah bursa saham Asia.
Kondisi tersebut dinilai berpotensi menjadi sentimen positif bagi pergerakan IHSG dalam perdagangan hari ini apabila tekanan eksternal tetap terkendali.***