Di balik suasana serius mengenal lingkungan sekolah, selalu ada momen-momen lucu yang berhasil mengundang tawa. Bahkan, beberapa di antaranya menjadi viral di media sosial karena dianggap begitu relate dengan pengalaman hampir semua murid baru.
1. Nangis Tak Mau Ditinggal Orang Tua
Momen ini hampir selalu terjadi, terutama di jenjang Taman Kanak-kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD). Banyak anak yang masih enggan berpisah dengan ayah atau ibunya pada hari pertama sekolah.
Ada yang memeluk erat orang tuanya, menangis di depan gerbang sekolah, hingga meminta pulang sebelum kegiatan dimulai. Meski membuat haru, tingkah polos tersebut justru sering mengundang senyum para guru maupun orang tua lainnya.
Untungnya, suasana biasanya segera mencair setelah anak-anak diajak bermain bersama atau mengikuti aktivitas pengenalan yang menyenangkan.
2. Salah Masuk Kelas
Rasa gugup terkadang membuat murid baru lupa memperhatikan nomor ruang kelas. Alhasil, ada yang sudah duduk rapi, bahkan sempat berkenalan dengan teman-teman baru, sebelum akhirnya menyadari bahwa dirinya berada di kelas yang salah.
Kejadian ini cukup umum terjadi, terutama di sekolah dengan jumlah ruang kelas yang banyak atau gedung bertingkat.
3. Bingung Mencari Ruang atau Nyasar
Lingkungan sekolah yang baru sering membuat murid kebingungan mencari laboratorium, perpustakaan, kantin, hingga toilet.
Tak sedikit yang akhirnya berulang kali bertanya kepada guru, kakak kelas, bahkan petugas kebersihan. Momen “nyasar” ini menjadi salah satu cerita yang sering dikenang setelah beberapa bulan bersekolah.
Pada MPLS 2026, sejumlah sekolah mulai memanfaatkan media sosial sebagai bagian dari kegiatan pengenalan. Murid baru diminta membuat video singkat berisi perkenalan diri, cita-cita, hobi, hingga alasan memilih sekolah tersebut.
Hasilnya pun beragam. Ada yang percaya diri layaknya seorang kreator konten, tetapi ada pula yang terlihat sangat gugup hingga salah menyebut nama sendiri atau tertawa sepanjang proses perekaman.
Video-video tersebut kemudian menjadi hiburan tersendiri bagi teman sekelas ketika diputar bersama.
5. Upload Twibbon Bareng Teman Baru
Twibbon MPLS kini hampir menjadi tradisi setiap tahun ajaran baru. Murid diminta memasang foto dengan bingkai bertema MPLS, lalu mengunggahnya ke media sosial.
Menariknya, banyak murid yang baru saling mengenal justru saling membantu mengedit foto, memilih pose terbaik, hingga memberikan komentar lucu di unggahan teman-temannya. Dari sinilah pertemanan baru mulai terjalin.
6. Salah Sebut Nama Saat Perkenalan
Perkenalan di depan kelas sering menjadi tantangan tersendiri bagi murid baru.
Karena terlalu gugup, ada yang salah menyebut nama, lupa asal sekolah, bahkan keliru menyampaikan hobi. Tak jarang teman-teman langsung tertawa, tetapi suasana tetap cair karena semua orang memahami rasa gugup di hari pertama.
7. Salah Panggil Guru atau Kakak OSIS
Murid baru juga kerap kesulitan membedakan guru dengan kakak panitia MPLS atau pengurus OSIS.
Ada yang memanggil guru dengan sebutan “Kak”, sementara ada pula yang mengira kakak OSIS adalah guru. Kesalahan sederhana ini sering menjadi bahan candaan ringan selama kegiatan berlangsung.
8. Langsung Punya “Bestie”
Lucunya, hanya dalam hitungan jam, murid yang awalnya datang sendirian dan terlihat pendiam bisa langsung akrab dengan teman sebangku.
Berawal dari saling meminjam alat tulis, berbagi bekal, atau mengikuti permainan kelompok, mereka kemudian pulang sekolah bersama seolah sudah berteman sejak lama.
Fenomena ini menjadi salah satu tujuan utama MPLS, yakni membantu murid baru membangun rasa percaya diri dan beradaptasi dengan lingkungan sekolah.
Melalui konsep MPLS Ramah 2026, pemerintah menegaskan bahwa masa pengenalan sekolah bukan lagi ajang perpeloncoan, melainkan kesempatan untuk menciptakan pengalaman pertama yang menyenangkan. Selama lima hari pelaksanaan, sekolah diarahkan mengenalkan lingkungan, warga sekolah, budaya belajar, hingga potensi diri murid dengan pendekatan yang humanis, inklusif, dan bebas kekerasan.
Karena itu, berbagai momen lucu seperti anak menangis saat ditinggal orang tua, salah masuk kelas, hingga membuat video perkenalan bukan sekadar kejadian menghibur. Momen-momen tersebut justru menjadi bagian dari proses adaptasi yang kelak akan dikenang sebagai cerita manis di hari-hari pertama menjadi murid baru. (ACH)