JAKARTA – Indonesia New Media Forum (INMF) menyampaikan klarifikasi atas sejumlah narasi dan pemberitaan yang berkembang belakangan ini. Forum yang diinisiasi oleh pegiat new media sejak Juli 2025 itu menegaskan posisinya sebagai ruang diskusi independen untuk membahas ekosistem media digital di Indonesia.
Sejak awal, INMF aktif berdialog dengan berbagai pihak, mulai dari media massa, akademisi, tokoh publik, institusi swasta, pemerintah, hingga komunitas. Pertemuan dengan Bakom disebut sebagai bagian dari ruang dialog tersebut, bukan bentuk kerja sama resmi.
INMF menegaskan tidak ada komitmen maupun kesepakatan dengan Bakom. Beberapa pengelola new media yang hadir dalam pertemuan itu mewakili media masing-masing, bukan atas nama INMF. Diskusi yang berlangsung hanya membahas fenomena kemunculan new media atau homeless media, proses produksi informasi, serta tantangan yang dihadapi. Tidak ada pembicaraan mengenai arahan editorial, koordinasi media, atau kerja sama formal.
INMF juga mencatat sejumlah media telah merevisi pemberitaan awal terkait forum ini, langkah yang diapresiasi sebagai upaya menjaga akurasi informasi. Namun, forum menyayangkan penyebutan nama-nama media dalam konferensi pers yang menimbulkan kesalahpahaman seolah mereka menjadi mitra Bakom.
Daftar media yang beredar di publik ditegaskan bukan anggota INMF, melainkan hasil pemetaan ekosistem industri dan media sosial yang digunakan dalam diskusi internal. Saat ini, INMF tengah memperkuat tata kelola internal dan belum membuka keanggotaan formal maupun menjalin kemitraan resmi dengan pihak manapun.
“Independensi dan relevansi dengan kepentingan publik adalah aset utama new media. Karena itu, INMF berkomitmen mendorong ekosistem informasi yang berpihak pada publik, menjunjung etika, transparansi, serta menjaga ruang publik yang sehat dan bertanggung jawab,” demikian pernyataan resmi forum.