JAKARTA — Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) terus diperluas pemerintah untuk memperkuat upaya pencegahan dan menemukan penyakit lebih awal di tengah masyarakat.
Program yang mulai berjalan pada 10 Februari 2025 itu kini menjadi salah satu langkah pemerintah memperluas akses pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat Indonesia.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan penguatan pelaksanaan CKG dilakukan berdasarkan evaluasi menyeluruh yang berlangsung secara berkala sejak 2025.
Evaluasi tersebut meliputi kesiapan fasilitas layanan, ketersediaan peralatan medis, hingga pemanfaatan sistem digital untuk mencatat dan mengintegrasikan data kesehatan.
Juru Bicara Kemenkes RI Widyawati mengatakan pembenahan tersebut menjadi dasar pemerintah dalam menetapkan sasaran penerima manfaat CKG pada 2026.
“Dengan sistem layanan yang kini semakin mumpuni dan terintegrasi, Kementerian Kesehatan menetapkan target terukur pada 2026 untuk menjangkau hingga 130 juta jiwa atau mencakup sekitar 46% dari total populasi Indonesia,” ujar Widyawati, Jumat (11/9/2026).
Target tersebut menunjukkan skala perluasan CKG yang semakin besar, seiring meningkatnya partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis.
Menurut Widyawati, jumlah masyarakat yang mengikuti program tersebut telah mencapai angka signifikan hingga pertengahan 2026.
“Capaian positif terus tercatat, dan hingga pertengahan 2026, lebih dari 89 juta penduduk telah memanfaatkan layanan Cek Kesehatan Gratis,” tambah Widyawati.
Tingginya partisipasi tersebut menjadi indikator meningkatnya perhatian masyarakat terhadap pemeriksaan kesehatan dan pentingnya mengetahui kondisi tubuh sejak dini.
Pemerintah selanjutnya berfokus menjaga kualitas pemeriksaan sekaligus memastikan layanan CKG dapat dinikmati masyarakat secara nyaman dan merata.
Perluasan akses juga diarahkan hingga wilayah pelosok agar pemeriksaan kesehatan preventif tidak hanya terkonsentrasi di daerah dengan fasilitas kesehatan yang lebih lengkap.
Melalui CKG, pemerintah berharap masyarakat semakin terbiasa melakukan pemeriksaan sebelum munculnya keluhan atau penyakit yang lebih serius.
Program ini juga diharapkan membantu meningkatkan kualitas hidup sekaligus mendukung terbentuknya masyarakat yang lebih sehat, produktif, dan memiliki daya saing.***