JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan percepatan pembangunan perumahan rakyat dengan memanfaatkan kawasan strategis milik negara sebagai solusi memperluas akses hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Kebijakan perumahan murah di kawasan strategis ini menjadi fokus pemerintah guna menjawab kebutuhan hunian yang terus meningkat, terutama di wilayah perkotaan dengan harga lahan yang tinggi.
Arahan langsung Presiden Prabowo Subianto tersebut menekankan optimalisasi aset negara di lokasi premium agar dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengungkapkan bahwa dirinya telah menerima instruksi langsung terkait percepatan penyediaan lahan dan pembangunan perumahan rakyat.
“Dan utamanya di daerah strategis. Tadi arahan Bapak Presiden Prabowo untuk Pak Nusron, Menteri ATR agar mempersiapkan lahan-lahan untuk perumahan dengan cepat.”
“Untuk pembiayaan dan pembangunannya oleh Danantara,” kata Menteri Ara usai rapat terbatas bersama Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Istana Negara, Senin (6/4) sore.
Pemerintah kini mulai mengidentifikasi berbagai aset negara yang berpotensi dikembangkan menjadi kawasan hunian terjangkau, termasuk di wilayah padat dan bernilai tinggi.
Beberapa lokasi yang masuk dalam tahap awal penjajakan antara lain kawasan Tanah Abang di Jakarta serta sejumlah titik strategis di Kota Bandung.
Langkah ini melibatkan sinergi dengan berbagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk memastikan pemanfaatan lahan berjalan efektif dan tepat sasaran.
“Jadi bagaimana lahan-lahan negara ini bisa dikelola untuk perumahan rakyat,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa kebijakan pemanfaatan tanah negara sepenuhnya merupakan mandat langsung Presiden guna memastikan aset publik digunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat.
“Yang pasti tanah negara itu arahan Presiden Prabowo digunakan untuk kepentingan negara dan rakyat Indonesia,” imbuhnya.
Sebagai implementasi awal, pemerintah telah memulai pembangunan hunian di kawasan Pasar Senen, Jakarta Pusat, dengan kapasitas sekitar 324 unit.
Proyek tersebut ditargetkan selesai pada pertengahan Juni 2026 sebagai bukti percepatan program perumahan nasional.
Selain proyek di Senen, PT KAI juga tengah menyiapkan tambahan sekitar 500 unit hunian baru di Jakarta sebagai bagian dari ekspansi program ini.
Pengembangan serupa juga akan segera dimulai di Bandung dengan tahap persiapan yang dijadwalkan berlangsung pada akhir bulan ini.
“Kalau yang di Senen itu akan jadi 15 Juni berarti 2 bulan lagi. Jadi totalnya 824 unit,” ujar Menteri Ara.
Program perumahan murah di kawasan strategis ini diproyeksikan menjadi model baru dalam penyediaan hunian terjangkau di Indonesia dengan memaksimalkan aset negara secara produktif.***