JAKARTA – Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menilai pernyataan kontradiktif dari pejabat Amerika Serikat terkait nota kesepahaman untuk mengakhiri perang yang dipaksakan hanya memperkuat ketidakpercayaan publik Iran.
“Pernyataan kontradiktif dari para pejabat AS mengenai nota kesepahaman untuk mengakhiri perang yang dipaksakan tidak akan mengurangi ketidakpercayaan yang telah terakumulasi di kalangan warga Iran dan hanya akan berfungsi sebagai pengingat akan pelanggaran kepercayaan di masa lalu,” tulis Baqaei di X, dikutip Sputnik, Kamis (25/6/2026).
Ia menegaskan bahwa pemerintah AS “tidak pernah menunjukkan ketulusan” terhadap bangsa Iran, sementara Iran memasuki proses diplomatik dengan itikad baik dan menandatangani MoU untuk mengakhiri perang. Baqaei menekankan pentingnya prinsip “komitmen untuk komitmen” yang menuntut pemenuhan kewajiban timbal balik.
Selain itu, ia memperingatkan Washington agar tidak melakukan interpretasi yang bertentangan dengan teks eksplisit dari nota kesepahaman tersebut.