JAKARTA – Pasukan Israel mencegat seluruh kapal yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 menuju Gaza, menurut keterangan panitia misi pada Rabu (20/5/2025) dini hari WIB.
Dalam pernyataan di Instagram, panitia menyebut kapal terakhir yang dicegat adalah Sadabad, yang membawa dua relawan asal Indonesia. Pada malam yang sama, kapal Zefiro dengan dua WNI di dalamnya juga ditahan militer Israel. Dengan demikian, total sembilan WNI kini berada dalam tahanan Israel. Sebelumnya, lima WNI sudah ditangkap pada Senin (18/5), termasuk jurnalis dari Republika dan Tempo.
Panitia Global Sumud Flotilla 2.0 menegaskan bahwa “428 warga sipil tak bersenjata dari lebih 40 negara telah diculik secara ilegal” oleh militer Israel. The Times of Israel melaporkan pasukan komando Israel mencegat lebih dari 50 kapal rombongan tersebut di perairan internasional dekat Siprus, Mediterania Timur.
Kementerian Luar Negeri RI mengecam keras tindakan Israel dan menuntut pembebasan segera seluruh kapal serta awak misi kemanusiaan. Pemerintah Indonesia kini berkoordinasi dengan KBRI Ankara, Kairo, dan Amman untuk menyiapkan langkah perlindungan serta percepatan pemulangan relawan.
Kemlu menyebut sedikitnya 10 kapal ditahan, termasuk Amanda, Barbaros, Josef, dan Blue Toys. Di kapal Josef, terdapat seorang WNI, Andi Angga Prasadewa, delegasi GPCI–Rumah Zakat. Sementara itu, jurnalis Bambang Noroyono dari Republika yang berada di kapal lain hingga kini belum dapat dihubungi.
“Kapal yang membawa jurnalis Bambang Noroyono sampai saat ini masih belum dapat dihubungi dan belum diketahui statusnya,” kata Juru Bicara Kemlu, Yvonne Mewengkang.
Ia menambahkan, situasi di lapangan masih dinamis. “Kami mendesak pemerintah Israel untuk segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan internasional yang ditahan,” ujarnya.