JAKARTA – Bagi sebagian orang, sarapan seringkali terlewat atau dianggap kurang penting. Namun, penelitian terbaru mengungkapkan bahwa waktu sarapan ternyata dapat memengaruhi kesehatan jantung, metabolisme tubuh, dan kontrol gula darah. Lalu, kapan waktu sarapan yang paling ideal menurut sains? Berikut rangkumannya.
1. Kapan Waktu Ideal untuk Sarapan?
Menurut Northwestern Medicine, waktu ideal untuk sarapan adalah dalam satu jam setelah bangun tidur. Hal ini penting agar tubuh segera mendapatkan energi dan tidak tergoda untuk ngemil sebelum makan besar berikutnya. Beberapa ahli juga menyarankan untuk sarapan antara pukul 8 pagi hingga paling lambat 10 pagi. Ini bertujuan agar tubuh tidak terlalu lama berpuasa setelah tidur dan metabolisme tetap berjalan optimal.
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal PMC menunjukkan bahwa waktu sarapan yang terlalu terlambat bisa mengganggu ritme tubuh (peripheral clocks) dan sensitivitas glukosa, yang dapat berakibat buruk pada metabolisme. Healthline juga mencatat bahwa mengonsumsi lebih banyak kalori di pagi hari, dibandingkan di sore atau malam hari, dapat membantu kontrol berat badan yang lebih baik.
2. Sarapan dan Umur Panjang: Apakah Ada Hubungannya?
Sebuah studi terhadap hampir 3.000 lansia di Inggris (1983–2017) menunjukkan bahwa semakin tua usia seseorang, mereka cenderung makan lebih lambat, termasuk saat sarapan. Kebiasaan ini ternyata dapat berdampak pada kesehatan metabolik mereka. Chrononutrition, bidang ilmu yang mempelajari hubungan antara waktu makan dan tubuh, menyebutkan bahwa makan terlalu siang atau malam dapat mengganggu ritme sirkadian tubuh dan meningkatkan risiko penyakit kronis, seperti diabetes dan gangguan jantung. Menariknya, rata-rata peserta studi mulai sarapan sekitar pukul 08.22 pagi, sekitar 30 menit setelah bangun tidur.
3. Strategi Praktis dan Jam Sarapan Ideal Agar Lebih Sehat
Untuk menjaga agar sarapan tetap efektif tanpa menjadi beban, Mayo Clinic menyarankan pilihan sarapan yang dapat dipersiapkan sebelumnya, seperti overnight oats, muffin telur, atau makanan yang bisa langsung dikonsumsi saat pagi hari.
Agar manfaatnya optimal, pastikan sarapan mengandung kombinasi karbohidrat kompleks, protein, dan serat yang cukup. Beberapa contoh menu sarapan sehat adalah roti gandum dengan telur rebus atau smoothie buah dengan yogurt. Kombinasi tersebut dapat menjaga energi tubuh tetap stabil hingga siang hari.
Jadi, memilih waktu sarapan yang tepat memang penting. Menjaga waktu makan yang sesuai dengan ritme tubuh dapat mendukung metabolisme dan kesehatan jangka panjang. Jadi, mulai sekarang, coba sarapan dalam satu jam setelah bangun tidur dan pilihlah menu yang bergizi agar tubuh tetap bugar sepanjang hari.