JAKARTA – Fenomena pasang air laut tinggi menyebabkan banjir rob di wilayah pesisir utara Jakarta. Salah satu titik terdampak berada di Jalan RE Martadinata, tepatnya di depan Jakarta International Stadium (JIS), Kelurahan Papanggo, Jakarta Utara, dengan ketinggian genangan mencapai 15 sentimeter.
Banjir Rob di Jakarta
Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Mohammad Yohan, menyampaikan bahwa hingga saat ini hanya satu ruas jalan yang terpantau tergenang akibat banjir rob tersebut.
“BPBD mencatat saat ini terdapat satu ruas jalan yang tergenang, yakni Jalan RE Martadinata di depan JIS, Kelurahan Papanggo, Jakarta Utara, dengan ketinggian 15 sentimeter akibat rob,” ujar Yohan dalam keterangannya, Sabtu (3/1/2026).
Yohan menjelaskan, BPBD DKI Jakarta telah mengerahkan personel untuk memantau perkembangan genangan di sejumlah wilayah. Koordinasi juga dilakukan secara intensif dengan Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, serta Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan guna mempercepat proses penyedotan air.
“Genangan ditargetkan surut secepat mungkin,” katanya.
Ia menambahkan, kejadian banjir rob ini sejalan dengan peringatan dini banjir pesisir yang dikeluarkan oleh BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Maritim Tanjung Priok untuk periode 30 Desember 2025 hingga 7 Januari 2026.
Menurut Yohan, banjir rob dipicu oleh kombinasi pasang air laut maksimum dengan fase Bulan Purnama serta fenomena Perigee, yaitu kondisi ketika jarak Bulan berada paling dekat dengan Bumi. Kondisi tersebut menyebabkan peningkatan signifikan ketinggian air laut yang berdampak langsung pada wilayah pesisir.
Akibat kondisi tersebut, Pintu Air Pasar Ikan tercatat berstatus Bahaya atau Siaga 1 pada Sabtu (3/1/2026) pukul 08.00 WIB, disertai munculnya genangan di sejumlah lokasi di ibu kota.
BPBD DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir rob yang diperkirakan masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan, terutama di kawasan rawan seperti Ancol, Muara Angke, dan Tanjung Priok. Warga diminta terus memantau informasi resmi dari BPBD DKI Jakarta sebagai langkah antisipasi dini.