JAKARTA – Manchester City, juara bertahan Liga Inggris, tengah diterpa kesialan pada musim ini. Terbaru, mereka hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Everton, memperpanjang tren negatif dalam kompetisi domestik. Berikut fakta-fakta terkini tentang situasi sulit yang dialami tim asuhan Pep Guardiola.
City terjebak dalam krisis, dengan hasil imbang melawan Everton mencerminkan kesulitan mereka menemukan kembali performa terbaik. Guardiola kini berada di bawah tekanan besar untuk segera membangkitkan timnya agar tidak semakin tertinggal. Para pesaing di bawah klasemen siap menyalip mereka.
City bahkan terancam gagal mempertahankan gelar juara Liga Inggris. Bersaing pada puncak klasemen terasa jauh dari jangkauan, sementara upaya untuk masuk empat besar pun terlihat berat.
Dari tujuh pertandingan terakhir pada Liga Inggris, City hanya mampu meraih satu kemenangan, satu hasil imbang, dan lima kekalahan. Mereka kini berada pada posisi kelima klasemen dengan 27 poin, tertinggal sembilan poin dari Liverpool di puncak klasemen yang masih memiliki satu pertandingan lebih banyak.
Penurunan performa ini tak hanya terjadi pada liga. Dalam 13 laga terakhir pada semua kompetisi, City hanya menang sekali. Situasi ini memunculkan pertanyaan serius tentang kinerja Guardiola sebagai pelatih.
Guardiola sendiri mengakui badai cedera menjadi faktor utama yang memengaruhi performa tim. Kehilangan beberapa pemain kunci membuat City kesulitan mempertahankan konsistensi.
Sebelum bermain imbang dengan Everton, City juga kalah 1-2 dari rival sekota, Manchester United, yang memperburuk posisi mereka pada liga.
Sorotan lain tertuju pada permainan menyerang City yang dianggap monoton dan mudah ditebak. Ketergantungan berlebihan pada Erling Haaland menjadi masalah. Meskipun sudah mencetak 13 gol musim ini, penyerang asal Norwegia itu hanya mampu mencetak satu gol dalam tiga laga terakhir sebelum menghadapi Everton.
Pada lini belakang, pertahanan City menunjukkan performa terburuk sepanjang era Guardiola. Dalam sembilan laga terakhir, mereka kebobolan 21 gol. Cedera pemain kunci seperti Ruben Dias dan John Stones membuat Guardiola kesulitan menemukan kombinasi yang stabil di sektor ini.
Dengan hasil buruk yang terus berlanjut, spekulasi tentang masa depan Guardiola semakin menguat. Beberapa laporan menyebutkan manajemen klub mempertimbangkan perubahan di kursi pelatih jika performa tidak segera membaik.