JAKARTA- Real Madrid resmi mengakhiri kerja sama dengan Xabi Alonso pada Senin sore setelah pelatih muda itu hanya bertahan enam bulan menyusul kekalahan menyakitkan 2-3 dari Barcelona dalam laga El Clasico.
Tak lama setelah pengumuman tersebut, manajemen Los Blancos menunjuk Alvaro Arbeloa sebagai pelatih tim utama, menggantikan mantan rekan setimnya di Liverpool, Real Madrid, dan tim nasional Spanyol.
Seperti dilansir Sports Illustrated, pernyataan resmi klub memunculkan tanda tanya besar karena tidak menyebutkan status “interim” maupun “permanen”, sehingga publik mempertanyakan apakah Arbeloa hanya solusi sementara atau bagian dari rencana jangka panjang.
Situasi ini mengindikasikan Real Madrid tidak ingin terburu-buru mengambil keputusan emosional sembari membuka ruang evaluasi sebelum menentukan sosok pelatih eksternal yang benar-benar tepat.
Masalahnya, bursa pelatih elite saat ini tergolong sepi, membuat hanya sedikit nama besar yang dikaitkan dengan kursi panas Santiago Bernabeu.
Jurgen Klopp sempat disebut sebagai kandidat potensial, namun mantan pelatih Borussia Dortmund dan Liverpool itu dikabarkan telah menutup pintu untuk kemungkinan melatih Real Madrid.
Nama lain yang kembali mencuat adalah Zinedine Zidane, legenda klub yang pernah sukses besar dalam dua periode kepelatihannya bersama Los Blancos.
Zidane sendiri belum menangani klub mana pun sejak meninggalkan Real Madrid pada akhir musim 2020-2021, sehingga spekulasi kepulangannya nyaris tak terhindarkan di tengah krisis kepelatihan saat ini.
Namun, harapan Madrid tampaknya harus tertahan karena Zidane dilaporkan semakin dekat dengan pekerjaan baru yang sama sekali berbeda.
Menurut laporan media Prancis L’Equipe, Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) telah mengambil langkah awal untuk menunjuk Zinedine Zidane sebagai pelatih anyar tim nasional Prancis.
Keputusan ini berkaitan dengan kepastian mundurnya Didier Deschamps setelah 14 tahun memimpin Les Bleus dengan catatan prestasi Piala Dunia, UEFA Nations League, serta final Euro dan Piala Dunia.
L’Equipe mengungkapkan bahwa meski presiden FFF sempat ingin menunggu hingga Piala Dunia berakhir, federasi kini mulai menyiapkan struktur staf kepelatihan Zidane secara serius.
FFF disebut khawatir Zidane bisa lebih dulu direkrut pihak lain jika proses ini ditunda terlalu lama, terlebih setelah Real Madrid kembali membuka peluang perubahan pelatih.
Pemecatan Alonso diyakini mempercepat langkah federasi Prancis untuk mengamankan jasa Zidane sebelum peluang itu benar-benar tertutup.
Pada akhirnya, kepergian Zidane ke level tim nasional akan menjadi kehilangan besar bagi Madrid, mengingat pengalaman dan kemampuannya mengelola ego pemain disebut sebagai kunci utama sukses di klub sebesar Real Madrid.***