Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI angkat bicara untuk menepis spekulasi miring terkait bongkar pasang jabatan di pemerintahan. Tenaga Ahli Bakom RI, Timothy Ivan Triyono, menegaskan bahwa perombakan kabinet (reshuffle) yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto adalah murni hasil evaluasi raport merah kinerja, bukan sekadar bagi-bagi kursi kekuasaan.
Timothy menganalogikan posisi Presiden layaknya seorang pelatih kelas dunia di lapangan hijau yang memiliki otoritas penuh atas skuatnya.
“Reshuffle itu hak prerogatif presiden. Ibarat sepak bola, Presiden adalah pelatih yang menentukan komposisi pemain terbaiknya. Jika ada pemain yang performanya turun atau tidak efektif, maka penyegaran adalah keharusan agar tim tetap menang,” ujar Timothy dalam wawancara televisi nasional, Jumat (1/5/2026).
Berbasis Data, Bukan Bisikan Politik
Istana membantah keras anggapan bahwa reshuffle dilakukan demi mengakomodasi kepentingan partai politik tertentu. Timothy menjelaskan bahwa Presiden Prabowo memegang kendali penuh atas data dan informasi komprehensif terkait kinerja setiap menterinya.
“Dalam hampir dua tahun terakhir, reshuffle sudah dilakukan beberapa kali. Frekuensi ini justru menunjukkan ketegasan Presiden dalam menjaga kualitas kerja, bukan kompromi politik. Jika tidak perform, ya diganti,” tegasnya.
Fokus utama dari setiap rotasi ini, menurut Timothy, adalah memastikan pelayanan publik tetap berjalan prima dan visi-misi nasional tidak terhambat oleh birokrasi yang lamban.
Wajah Baru di Kabinet Merah Putih
Sebagai pengingat, pada 27 April 2026 lalu, Presiden Prabowo telah melantik enam pejabat baru di Istana Negara untuk memperkuat efektivitas pemerintahan. Beberapa pergeseran krusial di antaranya:
-
Jumhur Hidayat: Kini menjabat sebagai Menteri Lingkungan Hidup.
-
Hanif Faisol Nurofiq: Bergeser menjadi Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan.
-
Muhammad Qodari: Dipercaya menakhodai Kepala Bakom RI.
-
Dudung Abdurachman: Mengisi posisi Kepala Staf Presiden (KSP).
-
Hasan Nasbi: Ditunjuk sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi.
-
Abdul Kadir Karding: Menjabat sebagai Kepala Badan Karantina Indonesia.
Pemerintah menekankan bahwa langkah “cuci gudang” ini adalah respon cepat terhadap tantangan zaman yang kian dinamis. Bagi para pejabat yang baru dilantik, kursi panas ini adalah ujian untuk membuktikan bahwa mereka benar-benar “pemain inti” yang mampu membawa Indonesia berlari lebih kencang.