JAKARTA – Juventus menelan kekalahan telak dalam lanjutan pekan ke-29 Serie A, saat bertandang ke Stadio Artemio Franchi, Senin (17/3/2025). Tim asuhan Thiago Motta dipermalukan tuan rumah Fiorentina dengan skor 0-3, dalam pertandingan yang memperlihatkan betapa rapuhnya kekuatan Juventus pada semua lini.
Fiorentina unggul cepat dengan gol Robin Gosens pada menit ke-15, diikuti oleh Rolando Mandragora tiga menit kemudian. Albert Gudmundsson menambah derita Juventus dengan gol ketiga pada awal babak kedua.
Lini Pertahanan Juventus Terus Dieksploitasi
Kekalahan ini mencerminkan ketidakberdayaan Juventus, terutama pada lini pertahanan. Michele Di Gregorio tidak dapat disalahkan sepenuhnya atas kebobolan tiga gol, meski penampilannya di bawah harapan. Khususnya pada gol kedua, Di Gregorio seharusnya bisa lebih sigap.
Di sektor bek sayap, Timothy Weah menjadi sasaran empuk Fiorentina. Weah gagal menutup pergerakan Gosens, yang berperan besar dalam gol pertama. Sementara itu, Pierre Kalulu dan Renato Veiga tidak mampu memberikan kestabilan di jantung pertahanan. Kalulu sering kehilangan posisi, sedangkan Veiga gagal menghalau gol-gol Mandragora dan Gudmundsson.
Lini Tengah Tanpa Kreativitas
Di lini tengah, Manuel Locatelli, yang biasanya menjadi jangkar tim, tampil di bawah standar. Lokatelli kesulitan menjaga bola dan gagal memberikan perlindungan maksimal bagi lini belakang. Kekurangannya dalam mengawal Gosens berujung pada gol pembuka Fiorentina.
Khephren Thuram menunjukkan usaha lebih dibandingkan rekan-rekannya, tetapi sering kali usahanya sia-sia karena minimnya dukungan dari lini tengah yang seharusnya menjadi penghubung antarlini. Tanpa suplai bola yang baik, serangan Juventus sepanjang pertandingan tidak banyak berarti.
Serangan yang Mandul
Di lini serang, Weston McKennie terlihat hampir tidak memberikan kontribusi berarti. Ia hanya melepaskan satu tembakan yang berhasil diblok bek Fiorentina. Teun Koopmeiners semakin terpuruk dalam performa buruknya musim ini, dengan kehadirannya di lapangan hampir tidak terasa. Randal Kolo Muani juga tampak kehilangan ketajamannya dan semakin tenggelam dalam keterpurukan tim.
Tidak Ada Perubahan Setelah Pergantian Pemain
Andrea Cambiaso sempat memberikan sedikit energi setelah masuk menggantikan pemain yang cedera, namun sayangnya ia harus meninggalkan lapangan lebih cepat karena cedera. Alberto Costa yang masuk sebagai pengganti juga gagal memberikan dampak yang signifikan. Sementara itu, Federico Gatti, Francisco Conceicao, dan Samuel Mbangula tidak memiliki cukup waktu untuk mengubah jalannya pertandingan.
Kekalahan telak ini menunjukkan bahwa Juventus bukan hanya kalah, namun juga kehilangan daya saing yang nyata. Dengan performa seperti ini, ambisi mereka untuk bersaing di papan atas Serie A bisa berakhir menjadi sebuah angan-angan belaka.
