JAKARTA – Kapolri Listyo Sigit Prabowo kembali melakukan perombakan besar di tubuh Polri dengan merotasi dan memutasi sejumlah perwira tinggi (Pati) serta perwira menengah (Pamen) pada awal Mei 2026. Langkah ini turut menyasar sembilan posisi kepala kepolisian daerah (Kapolda) di berbagai wilayah strategis Indonesia, mulai dari Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi hingga Maluku.
Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Telegram Rahasia nomor ST/960/KEP.2026 yang ditandatangani Asisten SDM Kapolri Irjen Pol Anwar pada Kamis, 7 Mei 2026. Rotasi jabatan ini disebut sebagai bagian dari strategi penyegaran organisasi sekaligus regenerasi kepemimpinan di internal Korps Bhayangkara.
Kadiv Humas Polri Johnny Eddizon Isir menegaskan, mutasi merupakan mekanisme rutin yang diperlukan untuk menjaga dinamika organisasi tetap berjalan optimal di tengah tantangan tugas kepolisian yang semakin kompleks.
“Mutasi dan rotasi jabatan merupakan hal yang alamiah dalam organisasi Polri. Ini menjadi bagian dari pembinaan karier, penyegaran organisasi, serta upaya meningkatkan profesionalisme personel dalam menghadapi tantangan tugas yang semakin dinamis,” ujar Johnny dalam keterangannya, Jumat (8/5/2026).
Rotasi Besar di Wilayah Strategis
Dari daftar mutasi yang diterbitkan, sejumlah pergantian terjadi di wilayah dengan tingkat dinamika keamanan tinggi. Salah satu yang menjadi sorotan ialah pergantian Kapolda Jawa Barat. Jabatan yang sebelumnya dipegang Irjen Pol Rudi Setiawan kini diserahkan kepada Irjen Pol Pipit Rismanto.
Rudi Setiawan selanjutnya dimutasi menjadi Pati Bareskrim Polri. Pergantian ini dinilai penting mengingat Jawa Barat merupakan salah satu wilayah dengan jumlah penduduk terbesar dan memiliki tantangan keamanan sosial-politik yang kompleks.
Selain Jawa Barat, perubahan juga terjadi di Polda Sumatera Barat. Posisi Kapolda yang sebelumnya dijabat Irjen Pol Gatot Tri Suryanta kini dipercayakan kepada Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy. Sementara Gatot mendapat penugasan baru sebagai Pati Kalemdiklat Polri.
Pergantian pimpinan kepolisian daerah juga terjadi di Kalimantan Utara, Kalimantan Barat, Maluku Utara, Nusa Tenggara Barat, Bengkulu, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Tengah.
Langkah Kapolri ini dipandang sebagai bagian dari konsolidasi internal sekaligus penguatan komando wilayah menjelang berbagai agenda nasional dan meningkatnya tantangan keamanan di daerah.
Polri Dorong Regenerasi dan Penguatan Organisasi
Johnny menambahkan, rotasi jabatan tidak hanya dimaksudkan sebagai penyegaran personel, tetapi juga untuk memperkuat kualitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat.
“Polri terus berkomitmen melakukan regenerasi kepemimpinan dan penguatan organisasi agar semakin adaptif, profesional, serta mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” katanya.
Menurutnya, regenerasi kepemimpinan menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga kesinambungan organisasi. Dengan pergantian pejabat di level strategis, Polri diharapkan lebih siap menghadapi perkembangan situasi keamanan nasional yang terus berubah.
Mutasi ini sekaligus menjadi sinyal bahwa institusi Polri tengah mempercepat penyesuaian struktur organisasi demi memperkuat respons terhadap tantangan penegakan hukum, pelayanan publik, hingga stabilitas keamanan daerah.
Daftar 9 Kapolda Baru Hasil Mutasi Mei 2026
- Kapolda Sumatera Barat: Djati Wiyoto Abadhy
- Kapolda Kalimantan Utara: Agus Wijayanto
- Kapolda Jawa Barat: Pipit Rismanto
- Kapolda Kalimantan Barat: Alberd Teddy Benhard Sianipar
- Kapolda Maluku Utara: Arif Budiman
- Kapolda Nusa Tenggara Barat: Kalingga Rendra Raharja
- Kapolda Bengkulu: Yudhi Sulistianto Wahid
- Kapolda Sulawesi Tenggara: Himawan Bayu Aji
- Kapolda Sulawesi Tengah: Nasri
Mutasi ini diperkirakan masih akan berlanjut dalam beberapa waktu ke depan sebagai bagian dari evaluasi dan penataan organisasi Polri secara menyeluruh.