JAARTA — Tanggal 9 Mei tercatat sebagai salah satu hari yang menyimpan sejumlah peristiwa penting dalam sejarah dunia maupun Indonesia. Mulai dari putusan pengadilan yang menyeret mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok ke penjara, tragedi jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100 di Gunung Salak, hingga momentum bersejarah saat Nelson Mandela dilantik sebagai presiden kulit hitam pertama Afrika Selatan.
Berbagai peristiwa tersebut meninggalkan jejak mendalam, baik di bidang hukum, kemanusiaan, maupun perjuangan hak asasi manusia.
Ahok Divonis Dua Tahun Penjara dalam Kasus Penodaan Agama
Pada 9 Mei 2017, perhatian publik nasional tertuju ke ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Majelis hakim menjatuhkan hukuman dua tahun penjara kepada Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dalam perkara penodaan agama yang sempat memicu gelombang demonstrasi besar di Indonesia.
Ketua Majelis Hakim Dwiarso Budi Santiarto menyatakan Ahok terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 156a KUHP terkait penodaan agama.
Dalam amar putusannya, hakim menyampaikan, “Menyatakan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penodaan agama.”
Vonis tersebut lebih berat dibanding tuntutan jaksa penuntut umum yang sebelumnya hanya meminta hukuman percobaan. Putusan itu pun langsung memicu reaksi luas dari berbagai kalangan, baik pendukung maupun pihak yang mengkritik Ahok.
Kasus tersebut bermula dari pidato Ahok saat kunjungan kerja di Kepulauan Seribu yang menyinggung Surat Al Maidah ayat 51. Potongan video pidato itu kemudian viral dan memunculkan polemik nasional hingga berujung proses hukum.
Vonis terhadap Ahok menjadi salah satu momen paling menyita perhatian publik pada 2017 karena bersinggungan dengan isu politik, agama, dan demokrasi di Indonesia.
Tragedi Sukhoi Superjet 100 di Gunung Salak Tewaskan 45 Orang
Peristiwa memilukan juga terjadi tepat pada 9 Mei 2012 ketika pesawat Sukhoi Superjet 100 jatuh di kawasan Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat.
Pesawat buatan Rusia itu tengah menjalani penerbangan demonstrasi atau demo flight setelah lepas landas dari Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta. Namun nahas, pesawat kehilangan kontak sebelum akhirnya diketahui menghantam tebing Gunung Salak.
Keesokan harinya, tim pencarian menemukan puing-puing pesawat di lereng pegunungan dengan kondisi hancur. Area benturan yang luas membuat tim penyelamat menyimpulkan tidak ada korban yang selamat dalam kecelakaan tersebut.
“Tidak ada peluang untuk hidup,” demikian kesimpulan awal tim penyelamat setelah melihat kondisi lokasi jatuhnya pesawat.
Tragedi itu menewaskan seluruh penumpang dan awak yang berjumlah 45 orang. Korban berasal dari berbagai kalangan, mulai dari perwakilan maskapai, jurnalis, hingga warga negara asing.
Di antara korban terdapat tiga jurnalis Indonesia, yakni Ismiati Soenarto dan Aditya Sukardi dari Trans TV, serta Femi Adi dari Bloomberg News.
Selain itu, sejumlah penumpang asing juga berada di dalam pesawat, termasuk Maria Marcela asal Italia dan Nam Tran yang memegang paspor Prancis.
Kecelakaan Sukhoi Superjet 100 menjadi salah satu tragedi penerbangan paling menyedot perhatian internasional pada masanya. Insiden itu juga memunculkan evaluasi besar terhadap sistem navigasi, keselamatan penerbangan, serta prosedur demo flight di wilayah pegunungan.
Nelson Mandela Resmi Jadi Presiden Kulit Hitam Pertama Afrika Selatan
Sementara itu di Afrika Selatan, 9 Mei 1994 menjadi tonggak sejarah berakhirnya era diskriminasi rasial apartheid.
Pada hari tersebut, Nelson Mandela resmi dilantik sebagai presiden kulit hitam pertama Afrika Selatan setelah memenangkan pemilu multiras pertama dalam sejarah negara itu.
Pelantikan Mandela menandai perubahan besar dalam perjalanan politik Afrika Selatan yang selama puluhan tahun dilanda segregasi rasial.
Mandela dikenal sebagai tokoh perjuangan anti-apartheid yang menghabiskan puluhan tahun hidupnya di penjara sebelum akhirnya menjadi simbol perdamaian dan rekonsiliasi dunia.
Pemerintahannya berfokus pada penghapusan dampak apartheid, pemberantasan kemiskinan, pengurangan kesenjangan sosial, serta membangun persatuan nasional lintas ras.
Nelson Rolihlahla Mandela lahir di Mvezo, Afrika Selatan, pada 18 Juli 1918. Sosok yang akrab disapa “Madiba” itu wafat di Johannesburg pada 5 Desember 2013 dalam usia 95 tahun.
Warisan perjuangannya hingga kini masih dikenang sebagai simbol perlawanan terhadap diskriminasi dan ketidakadilan di berbagai belahan dunia.
9 Mei, Tanggal yang Sarat Catatan Sejarah
Beragam peristiwa yang terjadi pada 9 Mei menunjukkan bagaimana satu tanggal dapat menyimpan catatan sejarah dengan dampak besar di bidang berbeda.
Mulai dari tragedi kemanusiaan, putusan hukum yang mengguncang politik nasional, hingga lahirnya kepemimpinan baru yang mengubah arah sejarah dunia, semuanya menjadi pengingat bahwa perjalanan sejarah selalu meninggalkan pelajaran penting bagi generasi berikutnya.