JAKARTA – Presiden RI Prabowo Subianto melanjutkan kunjungan kerjanya ke wilayah terdepan Indonesia dengan mendatangi Desa Miangas, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, Sabtu (9/5/2026). Kehadiran kepala negara di pulau perbatasan paling utara Indonesia itu disambut antusias warga dan pelajar yang menyuarakan semangat nasionalisme melalui lagu perjuangan “Maju Tak Gentar”.
Kunjungan Presiden ke Miangas dinilai bukan sekadar agenda seremonial, melainkan penegasan nyata bahwa pemerintah memberi perhatian khusus terhadap kawasan perbatasan yang selama ini menjadi simbol kedaulatan Indonesia di ujung utara Nusantara.
Prabowo tiba di SMK Negeri 2 Talaud sekitar pukul 11.15 WITA. Sejak pagi, masyarakat telah memadati area sekolah untuk menyambut kedatangan Presiden. Warga terlihat berdiri di bawah tenda penyambutan sambil menunggu rombongan tiba.
Begitu kendaraan Presiden memasuki lokasi, suasana langsung berubah meriah. Sorakan warga terdengar bersahut-sahutan memanggil nama Prabowo. Sejumlah pelajar yang telah bersiap di area penyambutan kemudian menyanyikan lagu nasional “Maju Tak Gentar” dengan penuh semangat.
Presiden yang baru turun dari kendaraan langsung menghampiri para siswa dan menyapa warga satu per satu. Momen itu berlangsung hangat dan penuh keakraban.
Setelah lagu perjuangan selesai dibawakan, suasana semakin cair ketika anak-anak melanjutkan penampilan dengan menyanyikan lagu daerah “Pulau Miangas”. Prabowo tampak menikmati penampilan tersebut sambil ikut bertepuk tangan mengikuti irama lagu.
Tak hanya menyaksikan, Presiden juga meminta warga dan anak-anak menyanyikan beberapa lagu lain yang bernuansa kebersamaan dan pendidikan. Lagu “Di Sini Senang, Di Sana Senang”, “Hymne Guru”, hingga “Kasih Ibu” bergantian dinyanyikan di hadapan kepala negara.
Prabowo beberapa kali terlihat tersenyum sambil memperhatikan penampilan sederhana warga yang berlangsung penuh semangat dan nuansa nasionalisme. Interaksi spontan itu menjadi salah satu momen yang mencuri perhatian dalam kunjungan kerja Presiden di pulau terluar tersebut.
Kunjungan ke Miangas juga dihadiri sejumlah pejabat Kabinet Merah Putih. Mereka antara lain Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, serta Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.
Kehadiran sejumlah menteri dalam kunjungan tersebut memperlihatkan perhatian pemerintah terhadap pembangunan kawasan perbatasan, mulai dari infrastruktur, layanan kesehatan, konektivitas digital, hingga penguatan sektor kelautan dan pertahanan.
Miangas sendiri merupakan salah satu pulau kecil terluar Indonesia yang berada di perbatasan utara negara. Wilayah tersebut masuk dalam Kecamatan Khusus Miangas, Kabupaten Kepulauan Talaud, dengan jumlah penduduk sekitar 823 jiwa yang tersebar dalam 232 kepala keluarga.
Pulau dengan luas sekitar 3,5 kilometer persegi itu memiliki posisi strategis karena menjadi beranda paling depan Indonesia yang berbatasan langsung dengan wilayah negara lain di kawasan utara.
Secara administratif, Miangas juga memiliki karakteristik unik. Dalam satu kecamatan hanya terdapat satu desa, yakni Desa Miangas. Kondisi geografis tersebut membuat wilayah ini memiliki tantangan tersendiri dalam pembangunan dan pelayanan publik.
Kunjungan Presiden ke Miangas dinilai membawa pesan politik dan simbolik yang kuat. Kehadiran langsung kepala negara di kawasan terluar dipandang sebagai bentuk penegasan bahwa negara tetap hadir hingga titik paling ujung Indonesia.
Selain memperkuat pesan kedaulatan nasional, kunjungan tersebut juga diharapkan mempercepat perhatian pemerintah terhadap pembangunan kawasan perbatasan, terutama terkait akses pendidikan, kesehatan, transportasi, komunikasi, dan penguatan ekonomi masyarakat pesisir.
Bagi warga Miangas, kedatangan Presiden menjadi momentum bersejarah yang jarang terjadi. Sambutan hangat yang ditunjukkan masyarakat mencerminkan harapan besar agar pulau terdepan Indonesia itu semakin mendapat perhatian dalam agenda pembangunan nasional.