Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung secara resmi mencanangkan pembangunan proyek infrastruktur megah Pedestrian Deck di kawasan Dukuh Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan. Fasilitas pejalan kaki terintegrasi yang populer dijuluki sebagai proyek “Cincin Donat” ini dirancang khusus untuk mempermudah mobilitas warga ibu kota dan komuter dalam berpindah moda transportasi massal secara cepat, aman, dan nyaman.
Pembangunan jembatan melingkar ini menjadi jalur penghubung masif bagi enam moda transportasi sekaligus, meliputi MRT Jakarta, LRT Jakarta, LRT Jabodebek, Transjakarta, Kereta Bandara, hingga KCI (KRL Commuter Line). Menariknya, proyek ini turut melibatkan Pemerintah Jepang melalui Ministry of Land, Infrastructure, Transport and Tourism (MLIT) serta Urban Renaissance, dengan seluruh sumber pendanaan konstruksi berasal langsung dari anggaran MRT Jakarta.Proyek ambisius ini ditargetkan rampung sepenuhnya pada Juni 2027, bertepatan dengan momentum bersejarah hari ulang tahun Kota Jakarta yang ke-500.
Mengenai keberadaan ikon sejarah di kawasan tersebut, Pramono Anung menegaskan bahwa Patung Jenderal Sudirman dipastikan tidak akan dipindahkan atau terganggu oleh proses konstruksi. Dalam cetak biru desainnya, posisi Patung Jenderal Sudirman justru akan berdiri megah tepat di titik tengah lingkaran struktur Pedestrian Deck tersebut.
Bagaimana pendapat Anda mengenai desain dan fungsi proyek Cincin Donat Dukuh Atas yang mengintegrasikan enam moda transportasi ini? Tulis opini Anda di kolom komentar.
Editor & Uploader: BS


