JAKARTA – Pepper Savings Bank (AI Peppers) menutup musim V-League 2025/26 dengan catatan bersejarah. Untuk pertama kalinya sejak bergabung pada 2021, tim voli putri ini berhasil keluar dari posisi juru kunci, finis di peringkat ke-6 dengan rekor 16 kemenangan, 20 kekalahan, dan 47 poin—jumlah kemenangan dan poin terbanyak dalam lima musim terakhir.
Dalam laga terakhir di Gwangju, AI Peppers menundukkan Red Sparks 3-1, sekaligus menegaskan transformasi tim. Kapten Go Ye-rim, yang bergabung sebagai pemain bebas musim lalu, mengakui perjalanan penuh tantangan. “Secara pribadi, ini adalah musim yang mengecewakan, tetapi saya puas karena tim tampaknya telah berkembang lebih jauh. Saya merasa lega,” ujarnya, dilnasir dari Naver, Senin (16/3/2026).
Go menekankan perubahan mentalitas tim. “Kegigihan mereka telah meningkat dibandingkan dengan apa yang saya lihat dari luar. Mereka berusaha untuk tidak menyerah. Mereka menunjukkan semangat mereka untuk melakukan sesuatu selama pertemuan dan latihan juga. Itulah mengapa saya pikir tim telah menjadi lebih baik,” katanya.
Meski sempat terpuruk dengan sembilan kekalahan beruntun, AI Peppers bangkit pada paruh kedua musim. Mereka mencatat 4 kemenangan pada putaran ke-5 dan 3 kemenangan pada putaran ke-6, bahkan menjadi “tim pengganggu” setelah gagal lolos playoff.
Go sendiri menjalani musim sulit akibat cedera, hanya tampil pada 23 pertandingan dengan 50 poin. Namun, ia tetap menjalankan peran kapten, bahkan bermain dengan jari patah. “Bagian jari saya yang patah belum sembuh… Saya bermain hari ini karena ini pertandingan, dan saya merasa senang karena bisa melakukan blok,” ungkapnya.
Tentang peran kapten, Go menambahkan: “Saya pikir akan sulit karena ini pertama kalinya saya menjadi kapten, tetapi rekan satu tim dan staf banyak membantu saya. Jika saya dipercayakan peran ini lagi, saya akan bekerja lebih keras lagi.”