JAKARTA — Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terpilih masa khidmat 2026–2031, KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) mencairkan suasana saat bertemu Presiden Prabowo Subianto. Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng ke-8 itu melontarkan candaan tentang sejumlah kesamaan antara dirinya dan kepala negara yang berkaitan dengan angka delapan.
Di hadapan Presiden Prabowo, Gus Kikin menceritakan sejumlah angka dalam tanggal kelahirannya yang menurutnya memiliki keterkaitan dengan angka delapan. Ia menyebut tanggal lahirnya 17 yang jika dijumlahkan menghasilkan angka delapan. Bulan kelahirannya juga disebut berada pada angka delapan, sementara tahun kelahirannya adalah 1958.
“Dan saya juga nampaknya banyak kecocokan dengan Bapak (Prabowo), karena saya juga banyak unsur delapannya. Saya tanggal lahir saya 17, Pak, jumlahnya 8. Bulannya juga 8. Tahunnya juga 58,” ujar Gus Kikin.
Candaan tersebut tidak berhenti pada angka yang berkaitan dengan kelahirannya. Gus Kikin kemudian mengaitkannya dengan amanah yang kini dijalankan sebagai pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng di Jombang, Jawa Timur.
Menurut Gus Kikin, posisi tersebut juga memiliki kaitan dengan angka yang sama. Ia diketahui menjadi pengasuh ke-8 Pondok Pesantren Tebuireng, lembaga pendidikan Islam yang menjadi bagian penting dari perjalanan Nahdlatul Ulama.
“Dan saya kebetulan diamanahi menjadi pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng yang ke-8,” katanya.
Rangkaian kelakar itu membuat suasana pertemuan berlangsung hangat. Gus Kikin kemudian kembali melontarkan candaan dengan menghubungkan berbagai kesamaan tersebut dengan perjalanan hidup dan nasibnya.
Ia menyampaikan bahwa berbagai kecocokan yang ditemukannya membuat dirinya merasa tidak berlebihan ketika mengaitkan sejumlah hal dalam perjalanan hidupnya dengan Presiden Prabowo.
“Jadi rasanya enggak berlebihan saya nyocok-nyocokin ini cocok dengan kuliah saya. Semuanya cocok, mungkin tinggal nasibnya enggak beda,” tutur Gus Kikin.
Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana akrab, dengan Gus Kikin menyampaikan sejumlah hal secara santai di hadapan Presiden Prabowo. Candaan mengenai angka delapan menjadi salah satu momen yang mencairkan suasana dalam pertemuan tersebut.
Gus Kikin sendiri terpilih sebagai Ketua Umum PBNU untuk masa khidmat 2026–2031. Kepemimpinannya di PBNU berjalan beriringan dengan posisinya sebagai pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng ke-8.