JAKARTA โ ย Jersey terbaru Persija Jakarta untuk musim 2026/2027 mendapat antusiasme dari The Jakmania setelah resmi diluncurkan bersama Adidas.
Namun, di tengah tingginya perhatian terhadap seragam anyar Macan Kemayoran, muncul keluhan dari sejumlah suporter mengenai kemasan produk.
Keluhan tersebut menyoroti jersey dengan harga sekitar Rp1 juta yang dinilai memiliki kemasan terlalu sederhana.
Seorang suporter mempertanyakan alasan jersey dengan harga tinggi hanya dikemas menggunakan plastik dan berharap produk tersebut mendapatkan kemasan yang lebih eksklusif.
Keluhan itu kemudian menjadi perhatian di media sosial. Suporter menilai kemasan juga menjadi bagian dari pengalaman ketika membeli merchandise resmi klub, terutama untuk produk yang dipasarkan dengan harga premium.
Jersey Player Issue Dibanderol Rp1 Juta
Persija musim ini menjalin kerja sama dengan Adidas sebagai apparel partner. Kolaborasi tersebut berlangsung dalam jangka panjang dengan durasi kerja sama lima tahun.
Untuk musim 2026/2027, Persija menghadirkan beberapa kategori jersey. Salah satunya adalah player issue, yakni jersey dengan spesifikasi yang dibuat menyerupai produk yang digunakan pemain.
Harga jersey player issue berada di kisaran Rp1 juta. Sementara itu, Persija dan Adidas juga menyediakan fan jersey version yang diperuntukkan bagi suporter dengan harga sekitar Rp300 ribu.
Perbedaan harga tersebut membuat kedua produk memiliki segmentasi yang berbeda.
Jersey player issue ditujukan bagi konsumen yang menginginkan produk dengan spesifikasi seperti yang digunakan pemain, sedangkan fan version dibuat agar lebih terjangkau bagi pendukung.
Adidas Pertahankan Identitas Persija
Terlepas dari polemik kemasan, jersey terbaru Persija tetap membawa identitas khas Macan Kemayoran.
Adidas memastikan warna dan karakter Persija tetap menjadi bagian utama dalam desain seragam terbaru. Namun, apparel asal Jerman tersebut juga memasukkan elemen desain yang menjadi ciri khas mereka.
Kerja sama Persija dengan Adidas menjadi salah satu perubahan penting menjelang musim 2026/2027.
Sebelumnya, Adidas juga menyebut Persija memiliki sejarah panjang serta basis pendukung yang besar sebagai salah satu pertimbangan dalam kerja sama tersebut.
Untuk musim baru, Persija tidak hanya menyiapkan jersey kandang dan tandang. Klub juga menghadirkan jersey ketiga serta versi fan jersey yang ditujukan bagi The Jakmania.
Kemasan Jadi Bagian dari Pengalaman Merchandise
Keluhan mengenai kemasan menunjukkan bahwa perhatian suporter tidak hanya tertuju pada desain jersey. Bagi sebagian kolektor dan penggemar, kemasan juga menjadi bagian dari nilai sebuah merchandise.
Apalagi, jersey player issue dipasarkan dengan harga sekitar Rp1 juta. Karena itu, sebagian suporter berharap produk tersebut tidak hanya memiliki kualitas bahan dan desain yang baik, tetapi juga dikemas secara lebih eksklusif.
Meski demikian, keluhan mengenai kemasan tersebut merupakan respons dari sebagian suporter dan tidak dapat dianggap sebagai gambaran seluruh konsumen Persija.
Bagi The Jakmania, jersey anyar Persija tetap menjadi salah satu merchandise yang menarik perhatian menjelang kompetisi Super League 2026/2027.
Terlebih, musim ini Macan Kemayoran memasuki era baru bersama Adidas setelah kerja sama dengan apparel tersebut resmi dimulai.***



