Momentum kebangkitan Bhayangkara Presisi Lampung FC resmi dimulai. Mewakili Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Kakorlantas Polri Irjen Pol Wibowo yang juga menjabat sebagai CEO tim merilis secara resmi jajaran pemain dan seragam tempur (jersey) baru untuk mengarungi Super League musim 2026/2027. Hajatan tersebut digelar di markas utama mereka, Stadion Sumpah Pemuda, Lampung, pada Sabtu (29/8/2026).
Dalam sambutannya, Irjen Pol Wibowo menegaskan bahwa sepak bola bukan sekadar olahraga, melainkan sarana pemersatu bangsa di tengah beragam perbedaan.
“Sepak bola memiliki kekuatan yang besar untuk menyatukan masyarakat di tengah berbagai perbedaan latar belakang,” ujar Irjen Pol Wibowo di hadapan para suporter dan jajaran pejabat daerah.
Transformasi Berani: Dari Liga 2 Menuju 5 Besar
Perjalanan The Guardian terbilang dramatis. Usai terlempar dari kasta tertinggi pada musim 2023/2024, pembenahan total di tubuh manajemen berhasil membawa tim ini keluar sebagai runner-up Liga 2 dan merebut kembali tempat di panggung utama.
Babak baru klub dimulai pada 2025 lewat aliansi strategis bersama Pemerintah Provinsi Lampung. Menjadikan Stadion Sumpah Pemuda sebagai markas pertandingan dan Stadion Pahoman sebagai pusat latihan, dukungan penuh masyarakat Lampung terbukti memicu performa apik tim. Pada musim 2025/2026, Bhayangkara FC berhasil mengamankan 11 kemenangan kandang dari 17 laga dan mengunci posisi kelima di klasemen akhir.
Melihat modal berharga tersebut, manajemen mematok target yang jauh lebih ambisius di musim 2026/2027: menembus posisi tiga besar.
“Capaian musim lalu menjadi bukti kebangkitan sekaligus pijakan untuk terus meningkatkan prestasi. Dengan target musim ini, kita optimistis bisa mencapai peringkat 3 besar,” tegas Wibowo.
Kedalaman Skuad dan Harapan Gubernur Lampung
Musim ini, Bhayangkara Presisi Lampung FC mengusung jersei baru yang menjadi simbol keberanian dan identitas persatuan. Skuad racikan anyar ini memadukan jam terbang pemain senior, gairah amunisi baru, serta potensi talenta muda lokal.
Manajemen menekankan pentingnya disiplin taktik, integritas, dan sportivitas tinggi, sembari dibarengi skema pengamanan pertandingan yang profesional dan humanis di markas kandang.
Dukungan penuh turut disuarakan oleh Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, yang memberikan apresiasi tinggi atas capaian impresif tim selama setahun bermarkas di Bumi Ruwa Jurai.
“Di lapangan ada 11 orang yang bertanding, tapi di belakang mereka ada pelatih, manajemen, suporter, keluarga, dan masyarakat yang menitipkan harapan. Posisi 5 besar lalu bukan target akhir, insya Allah tahun ini kita melangkah lebih jauh ke 3 besar,” ungkap Rahmat Mirzani.
Ia mengingatkan bahwa membangun klub yang disegani membutuhkan proses panjang dan konsistensi berkelanjutan, seraya berharap Bhayangkara Presisi Lampung FC kian dicintai warga dan mampu membawa harum nama Lampung di kancah sepak bola nasional.



