Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah secara resmi menetapkan penanggalan awal bulan Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 1448 Hijriah yang jatuh pada tahun 2027 mendatang. Kepastian ini mengacu pada implementasi Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), sebuah sistem penanggalan internasional yang konsisten diterapkan Muhammadiyah sejak disahkan pada pertengahan 2025 lalu.
Sistem KHGT merupakan terobosan visioner Muhammadiyah untuk menghadirkan kalender Islam yang seragam di seluruh dunia. Langkah ini bertransformasi dari metode lokal Hisab Hakiki Wujudul Hilal yang telah digunakan sejak 1932, guna menjawab kebutuhan kepastian jadwal ibadah global—seperti pelaksanaan puasa Arafah—agar memiliki rujukan lintas batas geografis yang presisi.
Jadwal Ramadan dan Idulfitri 2027 Versi KHGT Muhammadiyah
Berdasarkan kalkulasi akurat dalam tabel KHGT Muhammadiyah, berikut adalah rincian penanggalan penting untuk ibadah tahun 2027:
-
1 Ramadan 1448 H (Awal Puasa): Jatuh pada Senin, 8 Februari 2027. (Ibadah Salat Tarawih pertama dimulai pada Minggu malam, 7 Februari 2027).
-
1 Syawal 1448 H (Idulfitri): Jatuh pada Selasa, 9 Maret 2027.
Potensi Serentak: Prediksi Pemerintah, NU, dan Data BMKG
Sementara itu, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama (Kemenag) dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) baru akan mengesahkan tanggal resmi melalui Sidang Isbat jelang pelaksanaan ibadah. Penetapan pemerintah mengacu pada gabungan metode hisab dan rukyatul hilal berdasarkan kesepakatan kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura).
Kriteria MABIMS mensyaratkan ketinggian hilal minimal 3 derajat di atas ufuk dengan sudut elongasi minimal 6,4 derajat.
Meski belum ada penetapan resmi, data astronomis dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan potensi besar awal puasa tahun 2027 akan berlangsung serentak:
-
Ijtimak Konjungsi: Terjadi pada Sabtu, 6 Februari 2027 pukul 22.56 WIB.
-
Posisi Hilal: Pada saat matahari terbenam 6 Februari, posisi hilal di seluruh Indonesia masih berada di bawah ufuk (-4,52° hingga -3,22°), sehingga hilal mustahil terlihat.
-
Penggenapan Bulan: Karena kriteria belum terpenuhi, bulan Syakban diprediksi genap menjadi 30 hari (istikmal), sehingga 1 Ramadan 1448 H versi pemerintah dan NU berpeluang besar jatuh pada Senin, 8 Februari 2027.
Apabila durasi Ramadan berlangsung selama 29 hari, maka Hari Raya Idulfitri 1448 H versi pemerintah juga akan jatuh pada 9 Maret 2027. Namun jika Ramadan berlangsung penuh 30 hari, Lebaran diperkirakan jatuh pada 10 Maret 2027.



