PONTIANAK – Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Richie Duta Richardo, berhasil mengamankan gelar juara POLYTRON Pontianak International Challenge 2026.
Richie memastikan trofi setelah menundukkan wakil India, Ginpaul Sonna, pada partai final di GOR Terpadu Pontianak, Minggu (30/8/2026).
Pemain berstatus unggulan kedua tersebut menang dua gim langsung dengan skor 24-22, 21-19 dalam pertandingan yang berlangsung selama 59 menit.
Kemenangan ini menjadi pencapaian penting bagi Richie karena mampu melewati persaingan turnamen hingga laga penentuan tanpa kehilangan satu gim.
Sejak awal pertandingan, Richie dan Sonna langsung terlibat duel ketat dengan tempo permainan yang cepat dan perolehan angka yang silih berganti.
Memasuki fase setelah interval gim pertama, Sonna mencoba meningkatkan agresivitas untuk mengejar jarak dan memberikan tekanan lebih besar kepada Richie.
“Sebenarnya dari hari awal pun saya tidak memikirkan saya bisa terus menang dengan dua gim sampai di babak final sekalipun. Cuma saya selalu memberikan permainan saya yang terbaik saja,” katanya.
Richie kemudian mampu merespons tekanan tersebut dengan menjaga fokus hingga penghujung gim pertama dan memanfaatkan peluang dari kesalahan lawannya.
“Partai hari ini karena sudah final, kami berdua merasa harus main mati-matian untuk memenangkan pertandingan. Di gim pertama setelah interval, dia sempat mempercepat tempo dan memperkecil ketinggala,” ujarnya.
Pertarungan kembali berlangsung sengit pada gim kedua ketika kedua pemain berusaha mempertahankan momentum dan menghindari kesalahan di fase-fase penting.
“Tapi di akhir-akhir saya bisa memanfaatkan kesalahan yang dia lakukan. Di gim kedua, saya melakukan kesalahan di poin-poin kritis. Beruntung tadi bisa menuntaskan di rally terakhir,” ucapnya.
Richie mengaku tidak memasang target berlebihan sejak awal turnamen dan memilih menjalani setiap pertandingan dengan fokus terhadap performa terbaiknya.
Strategi tersebut akhirnya membuahkan hasil setelah pemain Indonesia itu mampu mempertahankan konsistensi hingga pertandingan terakhir.
Gelar Pontianak International Challenge 2026 terasa semakin istimewa karena kedua orang tua Richie hadir langsung menyaksikan perjuangannya di arena pertandingan.
Ia pun mempersembahkan kemenangan tersebut kepada kedua orang tuanya sekaligus menyampaikan apresiasi kepada rekan-rekan pelatnas, pelatih dan seluruh tim pendukung.
Setelah menjuarai turnamen di Pontianak, Richie tidak ingin berhenti pada pencapaian tersebut dan mulai mengarahkan sasaran ke kompetisi dengan level yang lebih tinggi.
“Setelah ini saya ingin membidik gelar yang lebih tinggi lagi seperti Super 100,” katanya.
Target tersebut menjadi langkah berikutnya bagi Richie untuk meningkatkan pengalaman bertanding sekaligus memperkuat posisinya di persaingan tunggal putra Indonesia.***