JAKARTA – Mantan pemain Timnas Portugal, Ricardo Quaresma menanggapi perselisihan Cristiano Ronaldo dengan pelatih Jorge Jesus, dan menilai masalah internal seharusnya tidak menjadi konsumsi publik.
Konflik mencuat setelah Ronaldo meninggalkan pemusatan latihan Portugal menjelang laga UEFA Nations League melawan Denmark akibat perselisihan mengenai peran dan waktu bermainnya.
Ronaldo mengakui keputusannya meninggalkan kamp merupakan kesalahan dan meminta maaf kepada rekan setimnya, meski mengaku kehilangan kepercayaan terhadap perkataan sang pelatih.
Federasi Sepak Bola Portugal (FPF) kemudian membuka proses disipliner dan memberlakukan penangguhan sementara selama pemeriksaan berlangsung.
Berdasarkan regulasi yang disebutkan dalam sumber, pelanggaran tersebut berpotensi berujung skorsing 15 hari hingga tiga bulan serta denda bagi pemain profesional.
Saat tampil di program Passadeira Vermelha, Quaresma melontarkan sindiran, “Kadang-kadang, kita harus menanggung konsekuensi dari pilihan kita sendiri, bukan begitu?” Ungkapnya seperti dilansir World Soccer Talk.
Meski demikian, mantan pemain sayap Portugal itu menegaskan tidak ingin memihak Ronaldo maupun Jesus karena memiliki hubungan baik dengan keduanya.
“Merekalah yang berada di ruangan itu; merekalah yang mengetahui apa yang dikatakan,” ujar Quaresma.
Ia menilai perselisihan tersebut semestinya diselesaikan secara internal tanpa menjadi perhatian publik.
“Kita semua sudah dewasa, dan masalah ini sebenarnya bisa diselesaikan secara internal. Tidak perlu sampai menjadi konsumsi publik,” tegasnya.
Hingga proses disipliner menghasilkan keputusan final, besaran hukuman Ronaldo dan dampaknya terhadap kiprahnya bersama timnas Portugal belum dapat dipastikan.***