JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Senin, 31 Agustus 2026, dengan tekanan tipis di Bursa Efek Indonesia.
IHSG dibuka pada level 6.511,10 atau turun 6,89 poin setara 0,11 persen dibandingkan posisi penutupan Jumat, 28 Agustus 2026.
Pada awal sesi, indeks sempat bergerak ke level tertinggi 6.523,28 sebelum turun hingga titik terendah 6.494,72.
Hingga berita ini diturunkan jelang akhir sesi pertama hari ini, IHSG masih di zona merah di level 6.490,50, turun 0,42 persen.
Pergerakan tersebut mencerminkan fluktuasi pasar yang masih terjaga di tengah investor mencermati sejumlah sentimen ekonomi.
Dari aktivitas transaksi, volume perdagangan tercatat sekitar 2,7 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp1,24 triliun.
Sebanyak 313 saham bergerak menguat, sedangkan 162 saham mengalami penurunan dan 229 saham lainnya tercatat stagnan.
Sebelumnya, IHSG mengakhiri perdagangan Jumat dengan koreksi 3,63 poin atau 0,06 persen ke posisi 6.518.
Pilarmas Investindo Sekuritas menilai sektor finansial menjadi kelompok saham dengan penguatan paling tinggi pada perdagangan sebelumnya.
Sektor finansial mencatat kenaikan 0,67 persen, sementara sektor industri menjadi penekan utama setelah terkoreksi 1,41 persen.
Untuk perdagangan Senin, Pilarmas memperkirakan ruang penguatan IHSG masih relatif terbatas dan indeks berpeluang kembali mengalami tekanan.
“Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat IHSG berpotensi melemah terbatas. Dengan support dan resistance 6.440-6.635,” ujar Pilarmas dalam risetnya, Senin, 31 Agustus 2026.
Selain analisis teknikal, perhatian investor juga tertuju pada perkembangan sentimen ekonomi yang dapat menentukan arah pergerakan IHSG sepanjang sesi perdagangan.
Pilarmas mengangkat tema “Pesan dari Warsh” dan “DHE SDA” sebagai sejumlah isu yang berpotensi menjadi perhatian pelaku pasar.
Dalam daftar saham yang patut dicermati, Pilarmas memasukkan tiga emiten, yakni EMAS, ENRG, dan BBNI.
Pergerakan IHSG selanjutnya akan sangat bergantung pada respons investor terhadap perubahan sentimen domestik maupun perkembangan pasar yang berlangsung hari ini.***