JAKARTA – Destry Damayanti resmi mendapat persetujuan DPR RI untuk menjadi Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 2026-2031. Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Paripurna DPR RI pada Selasa (1/9/2026).
Dengan pengesahan tersebut, Destry akan menjadi perempuan pertama yang memimpin Bank Indonesia sejak bank sentral Indonesia berdiri. Sebelumnya, Destry menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior BI sejak 2019.
Destry menjadi calon tunggal yang diajukan Presiden Prabowo Subianto setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri dari posisi Gubernur BI pada Juli 2026. Selama masa transisi, Destry menjalankan tugas kepemimpinan sementara di bank sentral.
Lolos Uji Kelayakan di Komisi XI
Sebelum mendapatkan persetujuan dalam rapat paripurna, Destry harus menjalani proses uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test di Komisi XI DPR.
Proses tersebut berlangsung pada 26 Agustus 2026. Dalam pemaparannya, Destry membawa visi bertajuk “Sinergi Merah Putih”.
Ia menekankan pentingnya bauran kebijakan moneter yang mampu menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendukung pertumbuhan. Sejumlah isu yang menjadi perhatian dalam uji kelayakan antara lain stabilitas nilai rupiah, inflasi, pertumbuhan ekonomi, sistem pembayaran, serta penguatan sektor keuangan.
Setelah seluruh proses selesai, Komisi XI DPR pada 27 Agustus menyepakati Destry sebagai calon Gubernur BI periode 2026-2031 melalui musyawarah untuk mufakat.
Hasil tersebut kemudian dibawa ke Rapat Paripurna untuk mendapatkan persetujuan akhir.
Destry Prioritaskan Stabilitas Ekonomi
Setelah mendapat persetujuan DPR, Destry menegaskan bahwa menjaga stabilitas ekonomi akan menjadi prioritasnya sebagai Gubernur BI.
Ia menilai ketidakpastian ekonomi global masih tinggi sehingga kebijakan bank sentral perlu tetap berhati-hati. Destry juga menyatakan BI akan terus berkoordinasi dengan pemerintah untuk menjaga inflasi dan memastikan likuiditas perekonomian tetap memadai.
Meski demikian, Destry menegaskan bahwa kerja sama antara BI dan pemerintah tidak berarti menghilangkan independensi bank sentral.
Independensi tersebut menjadi salah satu perhatian penting karena Bank Indonesia memiliki mandat untuk menjaga stabilitas nilai rupiah, sistem pembayaran, serta stabilitas sistem keuangan dalam ruang lingkup kewenangannya.
Tantangan Destry sebagai Gubernur BI
Destry akan memimpin BI ketika perekonomian Indonesia menghadapi berbagai tantangan, mulai dari ketidakpastian ekonomi global hingga kebutuhan menjaga stabilitas rupiah.
Selain menjaga inflasi, BI juga perlu mempertahankan stabilitas sektor keuangan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Destry sebelumnya telah menyampaikan bahwa kebijakan moneter perlu tetap mendukung pertumbuhan, tetapi dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi dan risiko yang berkembang.
Pengalamannya sebagai Deputi Gubernur Senior BI sejak 2019 menjadi salah satu modal dalam menjalankan tugas tersebut.
Susunan Pimpinan BI 2026-2031
Selain Destry sebagai Gubernur BI, Komisi XI DPR juga menetapkan Aida S. Budiman sebagai Deputi Gubernur Senior BI dan Solikin M. Juhro sebagai Deputi Gubernur BI untuk periode 2026-2031.
Ketiganya dipilih setelah menjalani rangkaian uji kelayakan dan kepatutan di Komisi XI DPR.
Dengan disetujuinya Destry, proses selanjutnya adalah pengangkatan secara resmi sesuai mekanisme yang berlaku.
Perempuan Pertama yang Memimpin Bank Indonesia
Penunjukan Destry menjadi catatan sejarah tersendiri bagi Bank Indonesia.
Selama perjalanan bank sentral Indonesia, posisi Gubernur BI sebelumnya selalu diisi oleh laki-laki. Destry menjadi perempuan pertama yang dipercaya menduduki posisi tertinggi di bank sentral tersebut.
Kini, Destry menghadapi periode kepemimpinan lima tahun dengan tantangan menjaga keseimbangan antara stabilitas ekonomi dan kebutuhan mendorong pertumbuhan.
Kebijakan yang diambil BI selama masa kepemimpinannya akan menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan arah perekonomian Indonesia hingga 2031.