JAKARTA – Kualitas udara menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi kenyamanan dan kesehatan masyarakat. Kondisi udara di setiap daerah dapat berubah-ubah tergantung aktivitas kendaraan, industri, cuaca, hingga kondisi lingkungan.
Berdasarkan data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada Kamis, 2 Januari 2025 pukul 06.00 WIB, terdapat sejumlah wilayah di Indonesia yang mencatat kualitas udara dalam kategori baik.
KLHK menggunakan ISPU untuk menggambarkan tingkat kualitas udara berdasarkan sejumlah parameter pencemar. Berdasarkan Permen LHK Nomor 14 Tahun 2020, nilai ISPU 0–50 masuk kategori baik, 51–100 sedang, 101–200 tidak sehat, 201–300 sangat tidak sehat, dan di atas 300 masuk kategori berbahaya.
Berikut 10 wilayah dengan nilai ISPU terendah dalam data tersebut:
1. Banjarmasin
Banjarmasin, Kalimantan Selatan, mencatat nilai ISPU sebesar 27 pada pukul 06.00 WIB. Angka tersebut menempatkan Banjarmasin sebagai wilayah dengan nilai indeks terendah dalam daftar tersebut.
Dengan nilai di bawah 50, kondisi udara Banjarmasin saat pengukuran berada dalam kategori baik.
2. Balikpapan
Balikpapan, Kalimantan Timur, berada di posisi kedua dengan nilai ISPU 28. Kondisi tersebut juga masuk kategori baik berdasarkan standar ISPU KLHK.
Kota ini merupakan salah satu kawasan perkotaan di Kalimantan yang memiliki aktivitas industri dan transportasi cukup tinggi, sehingga pemantauan kualitas udara tetap diperlukan.
3. Gorontalo
Gorontalo berada di posisi ketiga dengan nilai ISPU 31. Angka tersebut menunjukkan kualitas udara yang masih tergolong baik pada waktu pengukuran.
4. Bandung Barat
Wilayah Bandung Barat, Jawa Barat, mencatat nilai ISPU 34. Berdasarkan klasifikasi KLHK, angka tersebut masih berada dalam kategori baik.
5. Palu
Palu, Sulawesi Tengah, memiliki nilai ISPU 35 pada pengukuran pagi tersebut. Kondisi udara di wilayah ini masih termasuk kategori baik.
6. Gresik
Gresik, Jawa Timur, mencatat nilai ISPU 37. Meski dikenal sebagai salah satu kawasan industri di Jawa Timur, indeks kualitas udara pada waktu pengukuran masih berada dalam kategori baik.
7. Mamuju
Mamuju, Sulawesi Barat, berada di posisi ketujuh dengan nilai ISPU 39. Nilai tersebut masih berada di bawah ambang batas 50 sehingga masuk kategori baik.
Data IQAir juga menunjukkan Mamuju sebagai kota dengan kualitas udara tahunan terbaik di Indonesia pada 2025, dengan angka AQI 37 dalam pemeringkatan tahunannya. Namun, indikator IQAir dan ISPU KLHK menggunakan metode serta skala yang berbeda sehingga tidak bisa disamakan secara langsung.
8. Siak
Siak, Riau, mencatat nilai ISPU 41. Angka tersebut masih termasuk kategori baik berdasarkan standar KLHK.
9. Pekanbaru
Pekanbaru berada di urutan berikutnya dengan nilai ISPU 42. Pada waktu pengukuran tersebut, kualitas udara Pekanbaru masih berada dalam kategori baik.
Kondisi kualitas udara di Pekanbaru sendiri dapat berubah cukup signifikan karena dipengaruhi faktor cuaca, aktivitas pembakaran lahan, transportasi, dan sumber pencemar lainnya.
10. Palembang
Palembang, Sumatera Selatan, melengkapi daftar dengan nilai ISPU 44. Meskipun menjadi salah satu kota besar di Sumatera, kualitas udara pada waktu pengukuran masih berada dalam kategori baik.
Kualitas Udara Bisa Berubah Setiap Waktu
Daftar tersebut tidak dapat dianggap sebagai peringkat permanen kota dengan udara paling bersih di Indonesia. Nilai ISPU merupakan gambaran kondisi udara pada waktu tertentu dan dapat berubah karena faktor meteorologi maupun aktivitas manusia.
Sebagai pembanding, data IQAir yang diperbarui secara real time menunjukkan peringkat kota dengan udara terbersih dapat berubah dari waktu ke waktu. IQAir juga mencatat rata-rata konsentrasi PM2.5 Indonesia sepanjang 2025 mencapai 30 mikrogram per meter kubik, sekitar enam kali lebih tinggi dibanding pedoman tahunan WHO.
Karena itu, masyarakat yang ingin mengetahui kondisi udara terkini sebaiknya melihat data pemantauan pada waktu yang sama, bukan hanya mengandalkan daftar tahunan atau pengukuran pada satu hari tertentu.
Data ISPU KLHK dan pemantauan kualitas udara seperti IQAir dapat menjadi rujukan untuk melihat kondisi udara, tetapi keduanya memiliki metode pengukuran dan penyajian indeks yang berbeda.