PONTIANAK – Pasangan ganda campuran Indonesia Dejan Ferdinansyah/Apriyani Rahayu sukses mengamankan gelar juara Pontianak International Challenge 2026.
Kemenangan tersebut diraih setelah Dejan/Apriyani menaklukkan wakil Taiwan Sheng-Ming Lin/Liang Ching Sun dalam duel tiga gim.
Bertanding di GOR Terpadu Pontianak, Minggu (29/8/2026), Dejan/Apriyani menang dengan skor 19-21, 27-25, 21-19.
Pertandingan final berlangsung sengit selama 71 menit karena kedua pasangan saling mengejar angka hingga gim penentuan.
Dejan/Apriyani kehilangan gim pertama setelah lawan mampu mengamankan kemenangan dengan skor 21-19.
Memasuki gim kedua, persaingan semakin ketat hingga Dejan/Apriyani akhirnya merebut kemenangan dramatis 27-25.
Momentum tersebut berlanjut pada gim ketiga ketika pasangan Indonesia mampu menjaga fokus dan menutup laga dengan skor 21-19.
Dejan menyebut keberhasilan meraih gelar di Pontianak menjadi bekal penting bagi mereka yang baru membangun kekompakan sebagai pasangan.
“Alhamdulillah, sangat senang dan bersyukur bisa ambil gelar juara di sini. Karena ini bisa jadi modal untuk kami memulai, untuk modal untuk bisa membangun kepercayaan, membangun keyakinan satu sama lain,” katanya.
Menurut Dejan, gelar tersebut memiliki arti penting karena keberhasilan itu menjadi bagian dari perjalanan mereka menuju persaingan di level yang lebih tinggi.
“Gelar juara yang penting karena bukan tentang levelnya tapi tentang prosesnya. Kami sedang berproses ke level yang lebih tinggi, semoga ini menjadi pijakan pertamanya,” ucapnya.
Dejan juga mengakui pasangan Chinese Taipei memberikan perlawanan kuat sepanjang pertandingan final.
“Lawan bermain sangat bagus, mereka kuat dan powernya kencang. Pemain putranya pintar mengarahkan bola jadi kami posisinya banyak tidak enak. Alhamdulillah di saat-saat akhir kami bisa mendapatkan formula yang tepat untuk melawannya,” ujarnya.
Apriyani mengapresiasi kontribusi Dejan, jajaran pelatih, serta rekan-rekan ganda campuran yang membantu proses adaptasinya di sektor baru tersebut.
“Terima kasih untuk Dejan dan tim pelatih kami, juga teman-teman ganda campuran yang sudha membantu kami dan saya khususnya yang baru pindah ke ganda campuran.”
“Sekiranya ini menjadi modal kami semua di sektor ganda campuran untuk bangkit lagi, untuk berjuang ekstra keras ke depan,” katanya.
Menurut Apriyani, kemenangan di Pontianak tidak didapat dengan mudah karena tekanan dan ketegangan tinggi mewarnai pertandingan sejak awal.
“Sangat tidak mudah pertandingan hari ini, tensinya sangat tinggi dan kami terus tertekan tapi kami terus coba untuk menaikkan hawa pertandingannya. Walau dengan keadaan gugup dan tegang tapi bagaimana kami harus bisa mengatasinya,” ujarnya.
Dukungan penonton di GOR Terpadu Pontianak juga menjadi energi tambahan bagi Dejan/Apriyani ketika menghadapi duel final yang berlangsung ketat.
“Terima kasih untuk warga Pontianak yang sudah hadir, gemuruh dan atmosfernya luar biasa tadi. Dukungan itu menambah energi kami untuk terus berjuang,” ucapnya.
Gelar Pontianak International Challenge 2026 menjadi hasil positif bagi Dejan/Apriyani dalam membangun chemistry sekaligus memperkuat kepercayaan diri mereka.
Keberhasilan ini juga memberikan harapan baru bagi sektor ganda campuran Indonesia untuk kembali meningkatkan prestasi di level internasional.***