JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memperkuat upaya pemulihan pascabencana banjir di Aceh dan Sumatera Utara dengan melibatkan mahasiswa magang Politeknik PU. Sebanyak 21 mahasiswa diterjunkan untuk membantu tim teknis Kementerian PU yang telah berada di lapangan.
Pelepasan mahasiswa magang berlangsung Kamis (22/1) di Balai Pengembangan Kompetensi Wilayah III Jakarta. Keterlibatan mahasiswa ini menjadi bagian dari kontribusi nyata Kementerian PU dalam mempercepat pemulihan infrastruktur dan layanan dasar di wilayah terdampak.
Dari 21 mahasiswa tersebut, lima mahasiswa Program Studi Teknologi Konstruksi Bangunan Air ditugaskan di Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera II. Sepuluh mahasiswa Program Studi Teknologi Konstruksi Jalan dan Jembatan ditempatkan di Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Utara. Sementara enam mahasiswa Program Studi Teknologi Konstruksi Bangunan Gedung bertugas di Satuan Kerja Prasarana Strategis Sumatera Utara.
Selama enam bulan penugasan, mahasiswa akan mendukung inventarisasi dan pendataan kerusakan infrastruktur, pendampingan teknis lapangan, serta proses perencanaan dan desain cepat (quick design) untuk rekonstruksi bangunan terdampak bencana.
Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa pengiriman mahasiswa magang mencerminkan kesiapsiagaan Kementerian dalam merespons kebutuhan pemulihan pascabencana sekaligus menumbuhkan pengabdian kepada negara.
“Ini adalah wujud pengabdian Insan PU kepada ibu pertiwi, tidak hanya membangun, tetapi juga membangun kembali dengan lebih baik atau build back better pascabencana,” tegas Dody.
Direktur Politeknik PU, Brawijaya, menambahkan bahwa mahasiswa diharapkan tidak hanya mengaplikasikan kompetensi teknis, tetapi juga menampilkan profesionalisme selama bertugas.
“Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan bekerja dengan penuh tanggung jawab, disiplin, serta menjaga nama baik institusi dan Kementerian PU,” ujar Brawijaya.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) PU, Apri Artoto, menekankan bahwa keterlibatan mahasiswa magang juga membentuk sumber daya manusia unggul yang peduli sosial.
“Kehadiran mahasiswa magang diharapkan memberikan kontribusi positif bagi proses pemulihan di lapangan. Ini bukan hanya pembelajaran akademik, tetapi juga pembentukan integritas, kepekaan sosial, dan bakti kepada negara,” kata Apri.
Mahasiswa Program Studi Teknologi Konstruksi Jalan dan Jembatan, Annisa Naila, menyatakan kesiapan untuk terjun langsung mendukung pemulihan wilayah terdampak.
“Kami siap ditugaskan untuk mendukung pemulihan pascabencana di Aceh dan Sumatera Utara. Semoga kehadiran kami dapat membantu proses pembangunan kembali dan memberi manfaat bagi masyarakat,” ujar Annisa.
Sebagai penghargaan, mahasiswa yang bertugas akan memperoleh pengakuan pembelajaran berupa 50 poin serta sertifikat. Pengalaman ini diharapkan menjadi bekal berharga dalam pengembangan kompetensi sekaligus memahami peran strategis Kementerian PU dalam pemulihan pascabencana.