Polda Jawa Barat menaikkan intensitas perburuan terhadap Taufik Hidayat (30), pelaku utama kasus penganiayaan sadis dan penyekapan terhadap kekasihnya, YTR (29), yang berlangsung selama tiga tahun di Bandung. Guna mengendus tempat persembunyian pelaku, polisi kini mengambil langkah radikal dengan menggandeng raksasa teknologi dunia, Meta Platforms.
Langkah ini diambil untuk membedah rekam jejak digital serta riwayat aktivitas media sosial (seperti Instagram dan Facebook) yang dikuasai oleh perusahaan pimpinan Mark Zuckerberg tersebut.
Kerahkan 4 Direktorat Sekaligus untuk Kepung Pelaku
Keseriusan Polda Jabar dalam menuntaskan kasus yang menarik perhatian publik—termasuk memicu simpati saat wajah korban dilaporkan mengalami rusak berat—terlihat dari gemuknya tim pemburu yang dibentuk. Tidak main-main, empat direktorat langsung diterjunkan untuk mengepung pergerakan Taufik:
-
Ditressiber & Ditreskrimsus: Fokus melakukan tracking satelit, sinyal gawai, dan menganalisis data digital yang dipasok oleh Meta.
-
Ditresnarkoba: Menelusuri potensi keterlibatan pelaku dalam jaringan gelap narkotika, yang diduga menjadi salah satu pelarian atau penyokong dana buronnya pelaku.
-
Ditreskrimum: Menjadi eksekutor lapangan yang bergerak taktis berdasarkan data intelijen yang dihimpun.
Koordinasi Lintas Sektor Bersama Bareskrim Polri
Selain mengerahkan kekuatan penuh di tingkat daerah, Polda Jabar juga telah resmi mengetuk pintu Bareskrim Polri untuk memperluas jangkauan pemburuan secara nasional. Polisi memastikan semua lini, mulai dari profil pekerjaan pelaku hingga jaringan pertemanannya, kini terus dipantau selama 24 jam.
Dengan kolaborasi teknologi tingkat global ini, polisi optimistis ruang gerak Taufik Hidayat akan semakin menyempit, dan pelaku bisa segera diseret ke meja hijau untuk mempertanggungjawabkan perbuatan tidak manusiawinya.


