JAKARTA – Pemerintah Indonesia dan Oman memasuki babak baru hubungan diplomatik dengan menandatangani kesepakatan bebas visa untuk pemegang paspor diplomatik, dinas, dan wisata dalam forum Konsultasi Politik ke-2 di Muskat pada Senin (24/11/2025).
Delegasi Indonesia yang dipimpin Wakil Menteri Luar Negeri Anis Matta bertemu langsung dengan Wakil Menteri Urusan Politik Oman, Sheikh Khalifa bin Ali bin Issa Alharthy, untuk meresmikan langkah strategis tersebut.
Anis menegaskan bahwa pembebasan visa menjadi salah satu pencapaian terpenting dalam dialog politik kali ini dengan menyatakan, “Diharapkan ini dapat mempermudah pertukaran kunjungan resmi serta membuka ruang baru bagi pengembangan peluang kerja sama potensial,” ujarnya.
Selain isu mobilitas warga, kedua negara sepakat memperluas kerja sama ekonomi, perdagangan, investasi, dan pariwisata sebagai penguatan hubungan bilateral yang terus berkembang.
Kedua Wamen turut membahas dinamika isu kawasan hingga situasi global yang relevan bagi kepentingan bersama kedua negara.
Dalam agenda terpisah, Anis menyempatkan diri bertemu komunitas diaspora Indonesia di Oman di KBRI Muskat untuk memperkuat keterhubungan antara pemerintah dan masyarakat Indonesia di luar negeri.
Sejak hubungan diplomatik Indonesia–Oman dibuka pada 5 Desember 1977, interaksi kedua negara terus berkembang, sementara data KBRI Muskat mencatat jumlah WNI di Oman mencapai 4.766 orang.***



