JAKARTA – Ketua DPD RI Sultan B Najamudin menilai kehadiran Presiden Prabowo Subianto saat melaksanakan Shalat Idulfitri 1447 Hijriah di wilayah terdampak banjir bandang di Aceh Tamiang menjadi simbol nyata kehadiran negara di tengah situasi sulit masyarakat.
Momentum Shalat Id tersebut dinilai bukan sekadar ibadah, melainkan juga pesan kuat bahwa pemerintah hadir membawa empati, harapan, dan solidaritas bagi warga yang sedang menghadapi duka akibat bencana.
“Presiden memastikan negara melalui pemerintah yang dipimpinnya berkomitmen menghadirkan harapan, berbagi kebahagiaan serta turut merasakan kesedihan masyarakat yang menjadi korban banjir pada Hari Raya Idulfitri,” kata Sultan di Jakarta, Sabtu (21/3/2026).
Ia menegaskan bahwa langkah Presiden tersebut merupakan peristiwa langka dalam sejarah kepemimpinan nasional karena untuk pertama kalinya seorang kepala negara memilih merayakan Idul Fitri langsung bersama korban bencana di daerah terdampak.
“Saya kira ini peristiwa langka dan pertama kali dalam sejarah kepemimpinan nasional seorang Presiden RI bersedia hadir untuk shalat Idul Fitri bersama korban bencana di daerah,” katanya.
Menurut Sultan, banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera pada Desember lalu telah meninggalkan dampak besar, baik secara fisik maupun psikologis, sehingga kehadiran Presiden menjadi suntikan moral yang sangat berarti bagi masyarakat.
Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap komitmen pemerintah pusat yang dinilai konsisten dalam mempercepat pemulihan wilayah terdampak, terutama melalui pembangunan kembali infrastruktur dan dukungan anggaran bagi pemerintah daerah.
“Kami melihat upaya rekonstruksi infrastruktur terus diupayakan oleh pemerintah pusat. Demikian juga dengan dukungan tambahan anggaran kepada pemerintah daerah terdampak,” kata dia.
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto melaksanakan Shalat Idul Fitri bersama masyarakat di Masjid Darussalam, Kabupaten Aceh Tamiang, yang menjadi salah satu lokasi terdampak bencana.
Berdasarkan siaran langsung Sekretariat Presiden, Presiden tiba di masjid sekitar pukul 07.20 WIB dengan mengenakan busana koko putih dipadukan celana hitam dan peci hitam, sebelum kemudian berbaur dan bersalaman dengan jamaah usai pelaksanaan ibadah.***