JAKARTA – Kimi Antonelli, pemimpin klasemen Formula 1 2026, memanfaatkan jeda musim semi akibat pembatalan balapan Bahrain dan Arab Saudi untuk memperbaiki kelemahan start balapan yang kerap mengganggu performanya.
Meski telah meraih dua kemenangan dari pole position, Antonelli kehilangan total 18 posisi pada lap pertama di tiga grand prix dan sprint di China. Ia mengakui masalah start muncul dari berbagai faktor, termasuk kurangnya daya baterai di Melbourne dan selip roda di Jepang. Regulasi baru 2026 yang menghapus MGU-H juga membuat prosedur start lebih menantang.
Antonelli menuturkan, kemenangan di Jepang terasa kurang manis karena start buruk yang membuatnya turun ke posisi keenam sebelum bangkit berkat intervensi safety car. “Saya sangat marah dengan permulaannya – itu benar-benar mengejutkan, hal semacam itu membuat Anda ingin menjambak rambut Anda. Saya sudah mengerjakannya,” ujarnya kepada Sky Sport Italia, dilansir Selasa (7/4/2026).
Selama jeda lima minggu menuju GP Miami, Antonelli berencana intensif berlatih di simulator untuk memperbaiki start. Ia juga akan mengikuti tes GP2, uji coba ban Pirelli di Nürburgring bersama McLaren, serta beberapa sesi gokart dan GT. “Ini pasti akan menjadi istirahat yang fokus pada lintasan, simulator, bekerja di rumah, dan latihan,” katanya.