JAKARTA – Liverpool resmi membuka era baru dengan menunjuk Andoni Iraola sebagai pelatih kepala anyar menggantikan Arne Slot yang diberhentikan beberapa hari sebelumnya.
Namun jauh sebelum dipercaya memimpin salah satu klub terbesar dunia, Iraola ternyata pernah menolak kesempatan bergabung dengan Liverpool saat masih aktif sebagai pemain lebih dari satu dekade lalu.
Kisah yang sempat terlupakan itu kini kembali mencuat setelah pelatih asal Spanyol tersebut resmi menandatangani kontrak berdurasi dua tahun dan bersiap memulai petualangan barunya di Stadion Anfield.
Perjalanan Iraola dengan Liverpool sebenarnya telah dimulai sejak musim 2013-2014 ketika ia masih membela Athletic Bilbao.
Seperti dilansir Liverpool.com, Minggu (7/6/2026) saat itu, Liverpool yang masih ditangani Brendan Rodgers tengah mencari tambahan pemain berpengalaman untuk memperkuat skuad.
Direktur olahraga Liverpool saat ini, Michael Edwards, yang kala itu berperan dalam proses rekrutmen pemain, menilai Iraola bisa menjadi solusi cerdas untuk sektor pertahanan kanan.
Untuk memastikan kualitas sang pemain, Liverpool mengirim pemandu bakat mereka, Julian Ward, guna memantau langsung penampilan Iraola saat Athletic Bilbao menghadapi Malaga.
Hasil pemantauan tersebut membuat Liverpool semakin yakin untuk mengajukan pendekatan resmi kepada pemain berusia 31 tahun itu.
Surat Penolakan yang Dianggap Tidak Biasa
Kontrak Iraola bersama Athletic Bilbao ketika itu hanya menyisakan beberapa bulan sehingga peluang transfer terbuka lebar.
Liverpool kemudian menghubungi Iraola dan menawarkan kesempatan untuk melanjutkan karier di Liga Inggris.
Alih-alih langsung menerima tawaran tersebut, Iraola meminta waktu untuk mempertimbangkan masa depannya sebelum akhirnya mengambil keputusan bertahan bersama klub masa kecilnya.
Menurut laporan media Inggris, keputusan itu disampaikan Iraola melalui sebuah surat pribadi kepada Liverpool.
Isi surat tersebut disebut meninggalkan kesan mendalam karena ditulis dengan nada rendah hati dan penuh penghargaan.
Dalam suratnya, Iraola bahkan memberikan pujian kepada bek kanan Liverpool saat itu, Glen Johnson.
Ia juga mengaku heran Liverpool masih tertarik merekrutnya setelah menyaksikan langsung performanya yang menurut penilaiannya sendiri jauh dari kata memuaskan saat menghadapi Malaga.
Sikap jujur dan rendah hati tersebut membuat para petinggi Liverpool mengingat sosok Iraola sebagai figur yang berbeda dari kebanyakan pemain profesional.
Dipantau Bertahun-Tahun Hingga Akhirnya Kembali ke Liverpool
Meskipun gagal merekrut Iraola sebagai pemain, Michael Edwards tidak pernah benar-benar kehilangan jejaknya.
Karier Iraola terus dipantau, baik ketika masih bermain maupun saat memulai perjalanan sebagai pelatih.
Perkembangan pesatnya sebagai manajer membuat reputasinya semakin meningkat di dunia sepak bola Eropa.
Momentum penting datang pada 2023 ketika direktur olahraga Liverpool saat ini, Richard Hughes, berperan besar membawa Iraola ke Premier League untuk menangani AFC Bournemouth.
Kesuksesan Iraola bersama Bournemouth kemudian menjadi modal kuat yang meyakinkan Liverpool untuk mempercayakan proyek jangka panjang klub kepadanya.
Negosiasi Berjalan Mulus
Liverpool bergerak cepat setelah memutuskan berpisah dengan Arne Slot.
Richard Hughes memimpin langsung proses negosiasi dengan Iraola yang disebut berlangsung lancar tanpa hambatan berarti.
Hanya lima hari setelah kursi pelatih kosong, Liverpool berhasil mengamankan tanda tangan pelatih asal Basque tersebut.
Kontrak berdurasi dua musim pun resmi disepakati untuk memulai babak baru di Anfield.
Iraola: Liverpool Sulit Ditolak
Dalam wawancara pertamanya sebagai pelatih Liverpool, Iraola mengaku sangat antusias mendapatkan kesempatan menangani klub yang selama ini ia pandang sebagai institusi sepak bola istimewa.
“Liverpool adalah Liverpool. Anda tidak membutuhkan banyak alasan untuk tertarik dengan klub sebesar ini,” tuturnya.
Menurut Iraola, daya tarik Liverpool tidak hanya berasal dari prestasi di lapangan, tetapi juga dari kultur klub dan loyalitas suporternya yang luar biasa.
Ia menilai atmosfer yang tercipta di sekitar klub membuat Liverpool memiliki identitas berbeda dibanding banyak klub elite lainnya.
“Ini adalah salah satu klub terbesar di dunia, tetapi yang membuatnya spesial adalah gairah para pendukungnya yang hidup setiap hari bersama klub ini,” lanjut Iraola.
Mantan pelatih Bournemouth itu juga mengaku tidak sabar bekerja bersama para pemain kelas dunia serta berjuang memperebutkan berbagai gelar bergengsi.
“Kesempatan melatih pemain top dan bersaing untuk meraih trofi adalah sesuatu yang sangat sulit ditemukan di tempat lain.”
Penunjukan Iraola menandai dimulainya era baru Liverpool setelah pergantian kepemimpinan di ruang ganti.
Manajemen berharap pendekatan taktis modern serta kemampuan mengembangkan pemain yang ditunjukkan Iraola selama beberapa tahun terakhir dapat membawa The Reds tetap kompetitif di level tertinggi.
Kini, pelatih yang dulu pernah menolak Liverpool lewat sebuah surat sederhana justru menjadi sosok yang dipercaya memimpin klub Merseyside tersebut menuju masa depan.***