JAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama Badan Informasi Geospasial (BIG) menjalin kerja sama dalam pengembangan Peta Digital Nasional guna memperkuat kedaulatan digital Indonesia.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan bahwa inisiatif ini sejalan dengan visi pemerintah dalam mewujudkan kedaulatan digital.
“Kami menempatkan kedaulatan digital sebagai prioritas dalam transformasi digital nasional. Jika kita dapat menggunakan peta digital yang kita kembangkan sendiri, ini merupakan langkah besar dalam memperkuat ketahanan digital Indonesia,” ujarnya dalam rilis pers Kementerian, Senin (10/3).
Pernyataan tersebut disampaikan dalam audiensi dengan BIG di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Selasa (4/3).
Peta Digital Nasional akan menjadi acuan utama dalam perencanaan berbasis data dan kebijakan strategis di berbagai sektor, termasuk tata ruang, infrastruktur, dan lingkungan. Peta ini menyajikan informasi geospasial yang akurat serta terstandarisasi, sehingga dapat mendukung optimalisasi jaringan serat optik dan pemetaan lokasi Base Transceiver Station (BTS) guna meningkatkan konektivitas digital.
Sebagai bentuk dukungan, Kementerian Komdigi akan menyediakan infrastruktur digital yang diperlukan agar pemanfaatan peta ini dapat dilakukan secara luas.
“Kementerian Komdigi berkomitmen mendukung infrastruktur digital yang diperlukan oleh BIG untuk pengembangan Peta Digital Nasional,” tambah Meutya.
Direktur Jenderal Teknologi Pemerintah Digital Kementerian Komdigi, Mira Tayyiba, menyoroti kebutuhan infrastruktur digital yang besar dalam penyimpanan serta pengolahan data geospasial.
Untuk itu, kementerian akan melakukan penilaian kebutuhan teknologi bagi BIG dan berkoordinasi dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) guna memastikan keamanan data yang digunakan dalam peta ini.
Kepala BIG Muh Aris Marfai menjelaskan bahwa Peta Digital Nasional akan menjadi solusi strategis dalam pengembangan berbagai proyek nasional.
“Dengan detail skala 1:5000, peta ini sudah dilengkapi dengan model elevasi digital yang dapat digunakan untuk berbagai sektor, mulai dari perencanaan infrastruktur hingga mitigasi bencana. Kami yakin data ini akan bermanfaat tidak hanya bagi kementerian dan lembaga, tetapi juga bagi industri di berbagai sektor,” kata dia.
Kolaborasi antara BIG dan Kementerian Komdigi diharapkan dapat mempercepat digitalisasi dalam berbagai aspek pembangunan nasional, memastikan informasi geospasial yang lebih akurat, serta memperkuat kemandirian teknologi digital Indonesia.
Dengan dukungan penuh dari berbagai pemangku kepentingan, Peta Digital Nasional akan menjadi landasan utama dalam percepatan transformasi digital yang inklusif dan berkelanjutan.