JAKARTA – Jumlah korban meninggal akibat serangan Israel di Jalur Gaza sejak Okotber 2023 terus meningkat, mencapai 72.612 orang, menurut data terbaru Kementerian Kesehatan Gaza. Total korban luka dilaporkan sebanyak 172.457 orang.
Dalam 24 jam terakhir, rumah sakit di Gaza menerima dua korban tewas dan sembilan korban luka. Sejak gencatan senjata diberlakukan pada 10 Oktober 2025, tercatat 832 orang meninggal dan 2.354 lainnya terluka. Selain itu, 767 jenazah berhasil ditemukan dari bawah reruntuhan, sementara ribuan korban diduga masih tertimbun.
Serangan terbaru Israel juga menewaskan tiga warga Palestina di berbagai wilayah Gaza. Seorang pria berusia 42 tahun tewas di Atatira, Beit Lahiya, Gaza utara. Serangan drone di Kamp Pengungsi Bureij menewaskan satu orang, sementara serangan di Jalan 10, Gaza selatan, menambah satu korban jiwa. Artileri dan kendaraan militer Israel dilaporkan terus melakukan serangan intensif di Khan Younis dan Gaza timur, dengan aktivitas pesawat nirawak meningkat di berbagai wilayah.
Sementara itu, Uni Eropa menegaskan penolakannya terhadap segala bentuk perubahan teritorial di Gaza. Juru bicara hubungan luar negeri Anouar Al Anouni menekankan pentingnya penyatuan Gaza dengan Tepi Barat di bawah Otoritas Palestina, serta percepatan rencana perdamaian. Uni Eropa juga mendesak Israel membuka akses bantuan kemanusiaan tanpa hambatan dan mematuhi hukum internasional, termasuk perlindungan warga sipil.