JAKARTA – Seorang pejabat militer senior Iran pada 4 Mei membantah klaim Amerika Serikat mengenai penenggelaman kapal militer Iran di Selat Hormuz, menyebut tuduhan itu “tidak benar,” menurut laporan televisi pemerintah IRIB, dilansir Hurriyet Daily News.
Sebelumnya, Komandan Komando Pusat AS (CENTCOM) Laksamana Brad Cooper mengatakan pasukan AS telah “menghilangkan” enam perahu kecil Iran yang diduga mencoba mengganggu pelayaran komersial. Ia juga menuding Iran melepaskan tembakan ke arah kapal perang dan kapal dagang AS, serta memperingatkan Teheran agar menjauhi aset militer Amerika.
Iran: Tidak Ada Kapal Melintas
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menolak pernyataan tersebut, menegaskan tidak ada kapal komersial atau tanker minyak yang melintas dalam beberapa jam terakhir. Angkatan laut Iran menyebut telah memperingatkan kapal perusak AS dan melepaskan tembakan peringatan setelah kapal itu mendekat dengan radar dimatikan.
Panglima Angkatan Darat Mayor Jenderal Amir Hatami menambahkan melalui unggahan di X bahwa kapal perusak AS disambut dengan “respons yang kuat,” termasuk pengerahan rudal jelajah dan drone tempur.
Presiden Donald Trump meremehkan ketegangan, menyatakan Iran hanya “melepaskan beberapa tembakan” tanpa menimbulkan kerugian besar selain kerusakan pada kapal Korea Selatan. “Selain kapal Korea Selatan, saat ini belum ada kerusakan yang terjadi di Selat,” tulis Trump di Truth Social, sementara harga minyak melonjak akibat meningkatnya ketegangan.
CENTCOM sebelumnya menegaskan operasi angkatan laut AS di Teluk dilakukan dalam kerangka “Proyek Freedom” untuk menjamin pelayaran komersial, dengan dua kapal berbendera AS berhasil melewati selat.
Ketegangan ini muncul setelah serangan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari, yang dibalas Teheran. Meski gencatan senjata dimediasi Pakistan pada 8 April dan diperpanjang tanpa batas waktu oleh Trump, sejak 13 April AS memberlakukan blokade angkatan laut terhadap lalu lintas maritim Iran di Selat Hormuz.