JAKARTA – Gempa bumi tektonik dengan kekuatan magnitudo 5,3 mengguncang wilayah Laut Banda, Maluku, pada Selasa pagi, tanpa memicu potensi tsunami.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat peristiwa gempa tersebut terjadi pada Selasa, 5 Mei 2026, pukul 09.38.50 WIB dan dirasakan di sejumlah wilayah di Maluku dan tidak berpotensi tsunami.
Plt Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, menyampaikan hasil analisis terbaru terkait parameter gempa tersebut.
“Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5,1.”
“Episenter gempabumi terletak pada koordinat 6,47° LS ; 130,21° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 206 Km arah Barat Laut Tanimbar, Maluku pada kedalaman 164 km,” ungkap Rahmat dalam keterangan persnya, Selasa.
Lokasi episenter dan kedalaman hiposenter menunjukkan bahwa gempa ini termasuk dalam kategori gempa menengah yang dipicu aktivitas subduksi Lempeng Laut Banda.
“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan mendatar turun (oblique-normal fault),” tegasnya.
Getaran gempa dirasakan di beberapa wilayah seperti Amahai di Maluku Tengah, Dawelor Dawera, serta kawasan Pulau-Pulau Babar di Maluku Barat Daya.
Berdasarkan peta guncangan BMKG, intensitas gempa mencapai skala III MMI yang berarti getaran terasa nyata di dalam rumah seperti ada kendaraan berat yang melintas.
Hingga laporan ini disusun, belum ditemukan adanya kerusakan bangunan maupun korban akibat peristiwa gempa tersebut.
BMKG juga memastikan hasil pemodelan menunjukkan gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami sehingga masyarakat diimbau tetap tenang.
“Hingga pukul 09.55 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock),” pungkas Rahmat.***