Belakangan ini, masyarakat Indonesia dibuat heran dengan pola cuaca yang seolah berganti wajah dalam hitungan jam. Pagi hingga siang terasa panas menyengat seperti di tengah gurun, namun tiba-tiba sore harinya langit tumpah membawa hujan deras disertai angin kencang. Fenomena “cuaca galau” ini akhirnya dijawab oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
BMKG mencatat suhu maksimum harian di beberapa wilayah mencapai angka yang cukup tinggi, seperti di Sumatra Utara yang menyentuh 36,8°C. Hal ini terjadi karena mulai menguatnya Monsun Australia yang membawa angin timuran dengan massa udara kering.
“Dampaknya, tutupan awan pada pagi hingga siang hari berkurang drastis. Radiasi matahari pun langsung menghujam permukaan bumi tanpa penghalang, sehingga suhu udara melonjak tajam,” tulis BMKG dalam keterangan resminya, Minggu (3/5/2026).
Mengapa Sore Tiba-tiba Hujan?
Panas yang menyengat di siang hari ternyata menjadi “bahan bakar” bagi hujan di sore hari. Radiasi matahari yang intens memicu proses konveksi (penguapan kuat) yang sangat tinggi. Uap air yang terkumpul secara cepat ini kemudian membentuk awan hujan lokal.
Hasilnya? Hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat—seperti yang terjadi di Sulawesi Selatan (118,4 mm/hari)—kerap mengguyur dengan durasi singkat namun mematikan karena sering dibarengi kilat dan angin kencang.
BMKG menegaskan bahwa kondisi ini merupakan indikasi bahwa sejumlah wilayah Indonesia sedang bertransisi secara bertahap menuju musim kemarau. Namun, jangan buru-buru menyimpan payung atau jas hujan Anda.
Meskipun mulai kering, atmosfer Indonesia saat ini masih diramaikan oleh “gangguan” yang meningkatkan potensi hujan, antara lain:
-
Madden-Julian Oscillation (MJO): Sedang melintasi wilayah Aceh, Jawa, hingga Papua Barat.
-
Gelombang Kelvin & Rossby: Yang aktif di wilayah Sumatra, Jawa, hingga Nusa Tenggara.
“Kombinasi antara radiasi matahari yang tinggi dan gangguan atmosfer ini berpotensi meningkatkan pembentukan awan hujan secara signifikan di sebagian besar Pulau Jawa, NTT, dan Sulawesi dalam sepekan ke depan,” pungkas BMKG.
Jadi, bagi Anda yang beraktivitas di luar ruangan, tetaplah waspada. Jangan tertipu oleh teriknya matahari di pagi hari, karena mendung bisa datang menyergap kapan saja di sore hari.