Tanggal 30 April 2026 menjadi catatan kelabu bagi industri baja nasional. Raksasa baja asal Jepang, Osaka Steel Co Ltd, resmi mematikan mesin produksi PT Krakatau Osaka Steel (KOS), mengakhiri kemitraan strategis belasan tahun dengan BUMN baja Indonesia, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS).
Langkah ini bukan sekadar penutupan pabrik, melainkan cermin kerasnya realitas pasar baja yang kini dihantam badai efisiensi dan persaingan global. Berikut adalah kilas balik perjalanan KOS dari puncak optimisme hingga keputusan pamit:
2012–2014: Fajar Harapan di Cilegon
Semuanya dimulai pada Desember 2012. Dengan keyakinan bahwa Indonesia akan menjadi “ladang emas” konstruksi, kedua raksasa ini sepakat membentuk usaha patungan. Proyeksi pertumbuhan ekonomi yang stabil membuat Osaka Steel yakin bahwa Indonesia adalah tempat terbaik untuk ekspansi pertama mereka di luar Jepang.
2015–2016: Investasi Fantastis US$220 Juta
Optimisme memuncak saat peletakan batu pertama dilakukan pada 19 Mei 2015 di lahan seluas 21,6 hektare, Cilegon. Tak main-main, investasi senilai US$220 juta (sekitar Rp3,4 triliun) digelontorkan untuk membangun fasilitas mutakhir guna memenuhi ledakan permintaan baja profil dan tulangan nasional yang diprediksi naik hingga 60%.
2017–2021: Masa Emas dan Laba Perdana
KOS mulai unjuk gigi secara komersial pada 2017 dengan target ambisius 500.000 ton per tahun. Puncaknya terjadi pada 2021; di tengah dinamika ekonomi, perusahaan berhasil mencatatkan laba bersih yang menggembirakan. Saat itu, KOS tampak sebagai simbol keberhasilan sinergi teknologi Jepang dan kekuatan lokal Indonesia.
2022–2025: Senjakala dan Tekanan Beruntun
Memasuki 2022, “bulan madu” itu usai. Persaingan pasar yang kian berdarah-darah membuat margin keuntungan menyusut drastis. Pukulan telak datang pada awal 2025 ketika pemerintah melakukan efisiensi besar-besaran pada anggaran infrastruktur.
“Volume penjualan merosot tajam dan arus kas bebas (free cash flow) terus berada di zona negatif. Sulit bagi kami untuk melihat masa depan yang stabil di sini,” ungkap Junichi Tani, Presiden Osaka Steel, dalam pengumuman emosionalnya awal tahun ini.
2026: Penutup Tirai Perjalanan
Setelah evaluasi panjang, realitas berkata lain. Pada 30 April 2026, produksi resmi dihentikan. Seluruh pengiriman produk akan tuntas pada 30 Juni 2026 sebagai proses likuidasi akhir. Keputusan Osaka Steel untuk menarik diri sepenuhnya dari Indonesia menandai berakhirnya satu babak besar dalam sejarah industri baja di Cilegon.