Pasca-insiden yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur, PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus menunjukkan komitmen penuh dalam mengawal pemulihan para pelanggan. Hingga Minggu (3/5/2026), tercatat 81 pelanggan telah dinyatakan pulih dan kembali ke rumah, sementara 19 lainnya masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menegaskan bahwa kepulangan pelanggan bukan berarti pendampingan berakhir. “Kami terus memantau kondisi mereka yang masih dirawat dan memastikan kebutuhan medis terpenuhi. Bagi yang sudah di rumah, pendampingan tetap kami lanjutkan sesuai kebutuhan,” ungkapnya.
Dukungan Medis dan Layanan Psikologis
KAI menyadari bahwa pemulihan tidak hanya soal fisik, tapi juga mental. Oleh karena itu, KAI menyediakan fasilitas lengkap bagi para korban:
-
Mekanisme Klaim Mudah: Bagi pelanggan yang berobat mandiri, KAI menyediakan sistem reimbursement (penggantian biaya). Cukup siapkan bukti perjalanan, identitas, kuitansi resmi, dan resume medis. Proses koordinasi dengan asuransi akan diselesaikan maksimal 21 hari kerja.
-
Layanan Trauma Healing: Tersedia via telemedicine maupun pendampingan langsung bagi pelanggan dan keluarga yang mengalami trauma. Pengajuan bisa melalui Call Center di 0812-9660-5747.
-
Posko Informasi: Posko di Bekasi Timur akan tetap beroperasi hingga 11 Mei 2026 untuk melayani administrasi dan informasi lanjutan.
Tinjauan Langsung Sang Nakhoda
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, turun langsung ke lapangan dengan mengunjungi RS Primaya Bekasi Timur dan Barat untuk memberikan dukungan moril kepada pelanggan. Di stasiun, pemandangan haru terlihat dari deretan karangan bunga dan doa masyarakat yang menjadi simbol kekuatan bagi para terdampak.
“Kepedulian masyarakat menjadi kekuatan kami untuk terus melangkah. Fokus utama kami saat ini adalah memastikan proses pemulihan berjalan baik dan menjaga keselamatan di masa depan,” tegas Bobby.
Operasional Kembali Normal dan Tepat Waktu
Selain fokus pada korban, Bobby juga memastikan keandalan jalur Manggarai hingga Bekasi Timur menjelang hari kerja. Hasilnya, performa operasional Commuter Line Jabodetabek menunjukkan tren positif yang signifikan:
-
Ketepatan Waktu Keberangkatan: Melonjak dari 71,54% (30 April) menjadi 88,84% (2 Mei).
-
Ketepatan Waktu Kedatangan: Meningkat tajam hingga menyentuh angka 87,04%.
-
Lintas Cikarang: Menunjukkan normalisasi yang stabil dengan kenaikan ketepatan waktu hingga 66%.
Untuk perjalanan KA Jarak Jauh, operasional telah kembali normal dengan 32 perjalanan dari Pasarsenen dan 36 perjalanan dari Gambir setiap harinya yang melintasi jalur tersebut. Data mencatat, sejak 28 April hingga 2 Mei, volume pengguna Commuter Line lintas Cikarang telah menembus 574.644 pelanggan.
“Kami memahami arti setiap perjalanan bagi Anda. KAI akan terus hadir untuk menjaga keamanan dan keandalan di setiap lintasan,” pungkas Anne Purba.