JAKARTA – Belanda kembali mengalami nasib pahit pada Piala Dunia 2026. Meski mempertahankan rekor tak terkalahkan dalam 90 menit selama 20 tahun terakhir, “Tornado Oranye” harus angkat koper setelah kalah adu penalti dari Maroko pada babak 32 besar.
Terakhir kali Belanda kalah dalam waktu normal terjadi pada Piala Dunia 2006, ketika takluk 0-1 dari Portugal pada babak 16 besar. Sejak itu, mereka selalu tersingkir lewat adu penalti atau hasil imbang setelah perpanjangan waktu. Catatan ini menjadikan Belanda sebagai tim dengan jumlah eliminasi terbanyak tanpa kekalahan dalam 90 menit maupun 120 menit. Brasil, Inggris, Italia, dan Spanyol menyusul dengan dua kejadian serupa.
Dalam laga melawan Maroko, Belanda sempat unggul tapi memilih strategi aman pada perpanjangan waktu untuk memaksa adu penalti. Keputusan itu berbalik menjadi bumerang. Para pemain Ronald Koeman gagal mengeksekusi tiga dari empat tendangan terakhir, membuat Maroko menang 3-2 setelah skor imbang 1-1 bertahan hingga 120 menit.
Statistik adu penalti Belanda di Piala Dunia semakin suram. Dari empat kesempatan, mereka hanya sekali menang—melawan Kosta Rika di perempat final 2014. Setelah itu, kekalahan beruntun datang dari Argentina (2014), Argentina lagi (2022), dan kini Maroko (2026).
Kegagalan berulang di momen krusial menambah luka bagi tim yang sudah tiga kali mencapai final Piala Dunia namun belum pernah mengangkat trofi juara.