JAKARTA – Polisi Monako tengah memburu pelaku serangan bom paket yang melukai taipan bisnis kelahiran Ukraina, Vadym Iermolaiev, istrinya, dan anak mereka berusia 13 tahun. Ledakan terjadi di lobi sebuah apartemen mewah pada Senin malam (29/6/2026), tepat sebelum pukul 21.00 waktu setempat.
Pemerintah Monako menyebut ledakan itu sebagai “dahsyat”, sementara media Prancis mengidentifikasi korban sebagai Iermolaiev dan keluarganya. Pasangan suami istri itu mengalami luka serius dan dirawat di rumah sakit, sedangkan sang anak juga terluka. Rekaman CCTV menunjukkan tersangka melarikan diri menuju perbatasan Prancis tak lama setelah ledakan.
Dilansir The Guardian, Selasa (30/6/026), Pangeran Albert II mengecam serangan tersebut sebagai “tindakan keji” dan memerintahkan seluruh aparat keamanan kerajaan untuk siaga penuh. Menteri Negara Monako Christophe Mirmand menegaskan, “Sepengetahuan saya, ini adalah pertama kalinya dalam sejarah tindakan seperti itu terjadi di kerajaan ini.” Ia mengungkapkan bom berisi baut dan peluru timah, serta menyebabkan empat orang lain mengalami syok dan luka akibat pecahan kaca.
Iermolaiev, pengusaha properti asal Dnipro, Ukraina, pernah masuk daftar 100 orang terkaya versi Forbes Ukraina. Ia melepaskan kewarganegaraan Ukraina pada 2019 dan memilih kewarganegaraan Siprus. Pada 2023, pemerintah Ukraina menjatuhkan sanksi kepadanya atas dugaan hubungan bisnis dengan entitas Rusia di wilayah pendudukan.
Serangan ini mengejutkan Monako, negara kecil di Mediterania yang dikenal aman dan jarang dilanda kejahatan kekerasan. Seorang warga sekitar mengatakan kepada Nice-Matin, “Suaranya mengerikan… Di Monaco, kami tidak terbiasa dengan kejadian seperti ini. Kami masih syok.”