Sebuah misi penyelamatan darurat berlangsung dramatis di perairan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Sebanyak 11 orang yang terdiri dari kru dan pemancing berhasil lolos dari maut setelah kapal yang mereka tumpangi, JODY II, mengalami kebocoran parah dan mulai tenggelam di tengah alur pelabuhan.
Insiden mencekam ini terjadi pada Sabtu sore (2/5/2026), sekitar pukul 17.00 WIB. Berawal dari laporan komunitas nelayan Marunda yang melihat kapal dalam posisi berbahaya, Ditpolairud Polda Metro Jaya langsung mengerahkan tim gerak cepat.
Menerima sinyal bahaya, dua kapal patroli yakni KP VII-1014 dan KP VII-1008 langsung membelah ombak menuju lokasi kejadian. Setibanya di sana, petugas mendapati kapal JODY II sudah dalam kondisi kritis.
“Begitu menerima laporan, anggota langsung bergerak cepat. Fokus utama kami adalah evakuasi 3 kru dan 8 pemancing yang ada di atas kapal. Alhamdulillah, semua berhasil diselamatkan tanpa luka,” ungkap Dirpolairud Polda Metro Jaya Kombes Mustofa, Minggu (3/5).
Pipa Propeller Lepas, Kapal Tak Tertolong
Investigasi awal menunjukkan bahwa petaka ini bermula dari masalah teknis yang tak terduga. Getaran mesin kapal yang kuat diduga menyebabkan pipa as propeller terlepas, sehingga air laut dengan cepat masuk memenuhi lambung kapal.
Petugas sempat berupaya menyelamatkan fisik kapal dengan menariknya menuju Dermaga BKT Marunda. Namun, kondisi kebocoran yang kian parah membuat kapal tersebut perlahan karam dan sebagian badannya tenggelam ke dasar laut saat dalam perjalanan.
“Keselamatan jiwa adalah prioritas tertinggi. Meskipun fisik kapal tidak bisa diselamatkan sepenuhnya, yang paling utama adalah seluruh korban kini sudah berada dalam kondisi aman,” tegas Mustofa.
Pendataan dan Pemeriksaan
Setelah berhasil dievakuasi ke Dermaga BKT Kampung Kepuh, seluruh korban diberikan pertolongan pertama dan didata. Polisi juga telah memeriksa kru kapal untuk mendalami lebih lanjut penyebab kerusakan teknis tersebut guna mencegah kejadian serupa terulang kembali di masa depan.
Kini, para pemancing yang sempat syok tersebut sudah dapat kembali ke keluarga masing-masing, berkat koordinasi apik antara komunitas nelayan dan kesiapsiagaan personel kepolisian di lapangan.