MEMPHIS – Turnamen WTA 250 Memphis menyajikan momen dramatis setelah unggulan pertama Ekaterina Alexandrova terpaksa mengakhiri pertandingan lebih cepat usai kolaps di lapangan akibat kondisi fisik yang menurun.
Cuaca panas yang mencapai sekitar 34 derajat Celsius diduga menjadi faktor utama yang membuat petenis Rusia berusia 31 tahun itu kesulitan mempertahankan performanya sepanjang pertandingan.
Alexandrova menghadapi kompatriot mudanya, Kristina Liutova, pada babak pertama dalam duel yang berlangsung ketat hingga set penentuan.
Mengutip laporan Tennis World, Rabu (29/7/2026), Menjelang akhir pertandingan, Alexandrova terlihat sangat kelelahan ketika tertinggal 4-5 pada set ketiga.
Ia bahkan menerima pelanggaran waktu saat bersiap melakukan servis karena terlalu lama memulai permainan.
Tak lama setelah keputusan tersebut diumumkan wasit, Alexandrova tiba-tiba terjatuh di lapangan hingga pertandingan langsung dihentikan.
Tim medis segera memasuki arena untuk memberikan penanganan kepada juara lima gelar WTA tersebut.

Meski telah memperoleh perawatan medis, Alexandrova dinyatakan tidak mampu melanjutkan pertandingan dan memutuskan mundur.
Ia kemudian meninggalkan lapangan menggunakan kursi roda sambil mendapat perhatian dari ofisial dan penonton.
Situasi tersebut memastikan kemenangan perdana Kristina Liutova di babak utama ajang WTA.
Petenis Rusia berusia 16 tahun itu sebelumnya lolos ke undian utama setelah sukses melewati babak kualifikasi.
Saat pertandingan dihentikan, Liutova memimpin dengan skor 7-6(2), 4-6, 5-4 dan unggul 30-15 ketika Alexandrova bersiap melakukan servis.
Begitu lawannya resmi mundur, Liutova tidak mampu menyembunyikan emosinya dan langsung menangis di tengah lapangan.
Kemenangan itu menjadi tonggak penting bagi petenis peringkat 229 dunia tersebut dalam penampilan pertamanya di babak utama turnamen WTA.
Pada babak 16 besar, Liutova dijadwalkan menghadapi petenis peringkat 76 dunia, Maya Joint.
Pertemuan di Memphis akan menjadi duel perdana antara kedua pemain tersebut.
Meski kemenangan Liutova lahir dalam situasi yang tidak diharapkan, penampilannya sepanjang pertandingan menunjukkan kualitas permainan yang menjanjikan.
Kepercayaan diri remaja Rusia itu diperkirakan meningkat menjelang laga berikutnya melawan Maya Joint.***



