JAKARTA – Layanan KRL Commuter Line bakal diperluas hingga Sukabumi, Jawa Barat. Pemerintah melalui Badan Pengatur Investasi (BPI) Danantara bersama PT Kereta Api Indonesia (Persero) tengah mempercepat elektrifikasi jalur sebagai bagian dari pengembangan jaringan transportasi massal.
Elektrifikasi menuju Sukabumi dilakukan bertahap dengan memperpanjang jaringan dari lintas Bogor. Tahap awal diarahkan dari Bogor menuju Cigombong hingga Lido sebelum nantinya terhubung ke Sukabumi.
Chief Operating Officer (COO) BPI Danantara Dony Oskaria mengatakan proses elektrifikasi sejumlah jalur kereta saat ini tengah berjalan. Selain menuju Sukabumi, elektrifikasi juga mencakup jalur Jakarta-Cikampek dan Jakarta-Merak.
“Dari kita sedang melakukan juga proses elektrifikasi dari Jakarta-Cikampek, Jakarta-Sukabumi, dan Jakarta-Merak,” kata Dony saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
Pengembangan jaringan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan layanan KRL sekaligus meningkatkan kapasitas angkutan penumpang di wilayah sekitar Jakarta.
Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin mengatakan pengembangan elektrifikasi lintas Bogor dilakukan secara bertahap. Untuk tahap awal, perluasan jaringan diprioritaskan hingga kawasan Lido atau Cigombong.
“KAI terus menyiapkan pengembangan jaringan KRL melalui penambahan elektrifikasi,” ujar Bobby dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan.
Menurut Bobby, seluruh pengembangan infrastruktur elektrifikasi tersebut ditargetkan selesai pada 2028. Perluasan jaringan diharapkan dapat memperbesar kapasitas layanan KRL secara bertahap.
“Pengembangan ini dilakukan secara bertahap untuk meningkatkan kapasitas layanan KRL menuju dua juta pelanggan per hari,” tuturnya.
Dengan pengembangan tersebut, jaringan KRL tidak hanya diarahkan untuk memperkuat layanan di kawasan Jabodetabek, tetapi juga memperluas konektivitas menuju wilayah penyangga di luar koridor yang selama ini telah terlayani.
Di sisi lain, BPI Danantara juga mengkaji peluang pendanaan untuk sejumlah proyek LRT Jakarta. Beberapa rute yang masuk dalam kajian antara lain Manggarai-Dukuh Atas, Kelapa Gading-JIS, serta Velodrome-Stasiun Whoosh.
Pengembangan KRL, LRT, MRT, dan Transjakarta tersebut diarahkan untuk memperkuat keterhubungan antarmoda transportasi publik. Integrasi menjadi salah satu bagian penting dalam pengembangan jaringan transportasi massal agar layanan antaroperator dapat saling terhubung.
Perluasan elektrifikasi menuju Sukabumi dengan demikian menjadi salah satu bagian dari pengembangan jaringan kereta perkotaan yang tengah dikerjakan secara bertahap. Proyek tersebut ditargetkan terus berjalan hingga penyelesaian pada 2028, seiring dengan target peningkatan kapasitas layanan KRL hingga dua juta pelanggan per hari.